Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 16:20 WIB

Manfaat Lari bagi Kesehatan: Memperlambat Penuaan dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental

Author

Manfaat Lari bagi Kesehatan: Memperlambat Penuaan dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik, khususnya lari, dapat berkontribusi terhadap penuaan yang lebih lambat. Ahli kesehatan mengungkapkan manfaat luar biasa dari lari dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz

Berdasarkan studi yang melibatkan berbagai kelompok usia, lari terbukti memiliki dampak positif terhadap fungsi otak dan kesehatan jantung. Hal ini mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan olahraga ini sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Manfaat Fisik dari Lari

Lari secara rutin memiliki sejumlah manfaat fisik yang signifikan. Menurut Dr. Andi Setiawan, seorang ahli kesehatan olahraga, kegiatan ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung.

Selain itu, lari juga membantu menjaga berat badan yang sehat, mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan menunjukkan bahwa orang yang berlari secara teratur memiliki tingkat risiko lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak berlari.

Manfaat lainnya adalah peningkatan daya tahan tubuh. Dengan berlari, otot-otot tubuh mengalami pengembangan yang positif, membuat tubuh lebih mampu melawan infeksi dan penyakit.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Dampak pada Kesehatan Mental

Lari tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Olahraga ini dikenal sebagai penghasil endorfin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati.

Dr. Maya Hartono, psikolog kesehatan, menjelaskan bahwa aktivitas fisik seperti lari dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Menurutnya, 'Rutin berlari dapat menciptakan perasaan bahagia dan menurunkan tingkat stres secara signifikan.'

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang berlari memiliki tingkat kecemasan lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak. Ini disebabkan oleh kombinasi aktivitas fisik dan pelepasan hormon kebahagiaan.

Lari dan Penuaan

Sebuah kajian jangka panjang menunjukkan bahwa orang yang aktif berlari dapat memiliki tanda-tanda penuaan yang lebih sedikit. Penelitian ini melibatkan pengukuran biomarker yang berkaitan dengan penuaan di antara pelari dan bukan pelari.

Ahli biologi sel, Profesor Joko Prabowo, menyoroti bahwa aktivitas fisik dapat memperlambat proses penuaan sel. Dalam penjelasannya, ia menyatakan, 'Mereka yang rutin berlari menunjukkan kerusakan DNA yang lebih sedikit, yang merupakan indikator penting dari penuaan.'

Oleh karena itu, lari bisa dijadikan pilihan proaktif untuk mempertahankan vitalitas seiring bertambahnya usia. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat jangka panjang dari lari tidak hanya terlihat pada fisik, tetapi juga pada faktor biologis yang lebih mendasar.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU