Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Kamboja bukanlah negara yang aman bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Peringatan ini disampaikan seiring dengan pelarian 110 PMI dari perusahaan penipuan online di negara tersebut.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Cak Imin menekankan pentingnya sosialisasi mengenai bahaya yang dihadapi PMI di Kamboja, yang minim sistem perlindungan. Hal ini menjadi keprihatinan utama pasca laporan terbaru tentang situasi berbahaya yang mengancam keselamatan mereka.
Pernyataan Resmi Cak Imin
Dalam konferensi pers yang diadakan di kantornya, Cak Imin secara tegas menyatakan, "Kita terus mengampanyekan dan menyosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja, buat pekerja migran kita." Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap laporan mengenai pekerja yang berhasil melarikan diri dari situasi berbahaya.
Cak Imin juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2MI) telah menjelaskan bahwa Kamboja tidak memiliki sistem perlindungan yang memadai untuk para PMI. "Karena belum ada sistem yang menjadi bagian dari perlindungan utama. Itu Kamboja," tambahnya.
Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai perlindungan dan keselamatan PMI yang berangkat ke negara tersebut dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Kehadiran KBRI dan Koordinasi Perlindungan
Cak Imin menekankan pentingnya koordinasi antara PMI di Kamboja dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ia memastikan bahwa KBRI selalu siap membantu PMI yang mengalami masalah, dengan pernyataan, "KBRI selalu terbuka dan siap mencari solusi bagi PMI yang terkena masalah."
Sekitar 100 ribu PMI diketahui bekerja di Kamboja, baik di sektor formal maupun informal. Cak Imin menggambarkan kontribusi mereka terhadap industri kuliner lokal dengan menyampaikan, "Makanya di sana ada Soto Lamongan, ada Rujak Cingur, ada Pecel Madiun."
Dalam suasana yang menantang ini, penting bagi PMI untuk memiliki akses kepada dukungan yang tepat dari kedutaan untuk memastikan keselamatan mereka.
Pentingnya Informasi bagi Calon PMI
Cak Imin mengingatkan calon PMI bahwa mencari informasi yang tepat dan memahami prosedur yang ada adalah hal yang krusial. Ia menekankan untuk tidak terburu-buru dalam memilih pekerjaan tanpa adanya pemahaman yang jelas mengenai risiko yang dihadapi.
"Utamakan melalui pemahaman yang utuh migran center di tempat masing-masing untuk tidak salah pilih," ungkapnya. Kesadaran akan potensi bahaya yang mengintai sangat penting agar para pekerja migran dapat mengambil keputusan yang bijaksana.
Dari situasi ini, tampak jelas bahwa memberikan informasi akurat dan dukungan berkelanjutan menjadi langkah fundamental dalam melindungi hak serta keselamatan pekerja migran.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: