Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengusulkan agar ASEAN mengirimkan tim pengamat untuk memantau pelaksanaan pemilu di Myanmar yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember mendatang.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Usulan ini bertujuan untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip demokrasi dan transparansi dijunjung tinggi dalam proses pemilu tersebut.
Usulan Pengiriman Tim Pengamat
Dalam acara KTT ASEAN Plus Three di Kuala Lumpur, Prabowo menyampaikan bahwa pengiriman tim pengamat diperlukan untuk memastikan akuntabilitas selama pemilu.
"ASEAN dapat mempertimbangkan untuk mengirimkan tim pengamat guna membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses demokrasi," ungkap Prabowo.
Usulan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif ASEAN dalam menjaga prinsip-prinsip demokrasi di kawasan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Konsensus Lima Poin dan Perdamaian di Myanmar
Prabowo juga menekankan perlunya konsensus lima poin yang telah disepakati hampir lima tahun lalu, agar dijadikan acuan dalam menciptakan perdamaian di Myanmar.
"Kita harus terus menyerukan gencatan senjata untuk menciptakan ruang yang diperlukan bagi dialog yang bermakna. Indonesia siap mendukung Ketua ASEAN dalam melibatkan semua pihak menuju proses yang benar-benar inklusif," tambahnya.
Konsensus ini mencakup berbagai langkah untuk menghadapi tantangan politik dan keamanan di Myanmar.
Ketegangan Regional dan Panggilan untuk Penyelesaian Damai
Prabowo menyoroti ketegangan antara Thailand dan Kamboja, yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
"Kami mendesak kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan semangat ASEAN, sebagai satu keluarga," cetus Prabowo.
Pentingnya penyelesaian secara damai di antara negara-negara ASEAN akan mendukung terciptanya suasana kondusif bagi kerjasama regional.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: