Campak adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius, khususnya pada anak-anak. Pemahaman tentang gejala dan pencegahan melalui imunisasi menjadi hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Banyak yang tidak menyadari bahwa campak masih menjadi ancaman di banyak daerah, terutama dengan meningkatnya berita tentang wabahnya. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menggali lebih dalam mengenai penyakit ini.
Gejala Campak
Campak umumnya dimulai dengan gejala flu seperti demam, batuk, dan hidung tersumbat. Setelah beberapa hari, bercak merah mulai muncul di kulit.
Bercak ini biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, individu yang terinfeksi juga sering mengalami konjungtivitis, yang membuat mata menjadi merah dan sensitif terhadap cahaya.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Selain gejala yang menyakitkan, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia dan encephalitis. Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang dapat mengancam jiwa, sementara encephalitis adalah peradangan otak yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen.
Data dari WHO menunjukkan bahwa setiap tahun diperkirakan lebih dari 140.000 kematian akibat campak terjadi di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa campak tidak hanya merupakan masalah kesehatan anak-anak, tetapi juga tantangan besar bagi masyarakat.
Pentingnya Imunisasi
Imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin campak memberikan perlindungan yang sangat baik dan telah terbukti mengurangi jumlah kasus campak secara signifikan di berbagai negara.
Di Indonesia, program imunisasi rutin mencakup vaksin campak. Anak-anak biasanya diberikan vaksin ini dua kali, pertama pada usia 9 bulan dan kedua pada usia 18 bulan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: