Senin, 27 OKTOBER 2025 • 09:57 WIB

Gangguan di LRT Jabodetabek: Penumpang Terpaksa Berjalan Kaki 800 Meter

Author

Gangguan di LRT Jabodetabek: Penumpang Terpaksa Berjalan Kaki 800 Meter

Penumpang LRT Jabodetabek baru-baru ini mengalami situasi yang bikin geger, ketika mereka harus berjalan kaki sejauh 800 meter di ketinggian akibat kereta mengalami gangguan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Kejadian ini berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 09.41 WIB, disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan yang berdampak pada perjalanan LRT.

Penyebab Kereta Berhenti

LRT Jabodetabek dilaporkan mengalami gangguan serius yang membuat lima rangkaian kereta terhenti di beberapa jalur. Kereta yang terhenti terdiri dari TS 28, TS 07, TS 17, TS 31, dan TS 29.

Pengelola LRT menjelaskan melalui akun Instagram resmi mereka, bahwa masalah ini disebabkan oleh kendala pada sistem third rail yang berfungsi menyuplai listrik kepada kereta. Semua perjalanan LRT di lintasan tertentu terpaksa dihentikan.

"KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya gangguan pada perjalanan LRT Jabodebek di semua lintas pelayanan pada Sabtu, 25 Oktober mulai pukul 08.41 WIB," tulis akun tersebut.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Proses Evakuasi Penumpang

Setelah kereta terhenti, Tim KAI segera melakukan evakuasi terhadap penumpang yang terjebak. Evakuasi dilakukan dengan mengarahkan penumpang menuju stasiun terdekat melalui walkway.

Seluruh 653 penumpang yang terjebak berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.06 WIB tanpa adanya laporan korban luka. Namun, momen ini menarik perhatian saat para penumpang harus berjalan kaki di jalur layang LRT Jabodetabek.

Momen evakuasi ini pun viral, menarik perhatian masyarakat di media sosial, terutama karena situasi tidak biasa ini menimbulkan berbagai reaksi.

Tanggapan dari Pihak Terkait

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, langsung bereaksi terhadap kejadian tersebut, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap profesionalisme operator LRT Jabodebek. Ia menyatakan akan memanggil Kementerian Perhubungan dan operator LRT dalam sidang yang akan datang.

"Kami akan panggil Kementerian Perhubungan dan operator LRT saat masuk masa sidang yang akan datang," ujar Lasarus saat dihubungi.

Lasarus menambahkan, "Untuk proyek semegah LRT bisa mengalami kejadian seperti kemarin memang mengundang pertanyaan kita semua, termasuk soal evakuasi penumpang saat mogok kereta terjadi yang mempertontonkan ke publik ketidakprofesionalan operator LRT (Jabodebek)."

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU