Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 11:27 WIB

Penyelidikan Kematian Mahasiswa Udayana, Fokus pada Bunuh Diri dan Kasus Bullying

Author

Penyelidikan Kematian Mahasiswa Udayana, Fokus pada Bunuh Diri dan Kasus Bullying

Polisi telah memeriksa 21 saksi terkait kematian mahasiswa Timothy Anugerah Saputra (21) yang diduga melompat dari lantai empat Gedung FISIP Universitas Udayana di Denpasar, Bali.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menyatakan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban diduga kuat tewas karena bunuh diri.

Proses Penyelidikan yang Berlangsung

Dalam perkembangan terbaru, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 saksi yang memiliki informasi mengenai kejadian tersebut. Mereka terdiri dari teman-teman korban, dosen, dan petugas kebersihan yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Kombes Pol Ariasandy menambahkan, penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan rekaman CCTV di Gedung FISIP Universitas Udayana. Namun, CCTV tersebut tidak berhasil menangkap momen ketika korban melompat, karena kamera tidak diarahkan ke lokasi tersebut.

"Posisi di lantai empat itu ada tiga CCTV dan dia statis, tidak cover lokasi di mana si korban ini diduga bunuh diri," jelas Ariasandy. Akibatnya, penyidik harus mencari bukti lain untuk memastikan kronologi peristiwa.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Pengumpulan Alat Bukti Lebih Lanjut

Sejumlah alat bukti penting masih perlu diperiksa, termasuk handphone dan laptop milik korban. Meskipun keluarga awalnya menolak menyerahkan perangkat tersebut, penyidik berhasil melakukan pendekatan sehingga akhirnya perangkat tersebut diserahkan untuk analisis lebih lanjut.

"Handphone sama laptop itu, kan kemarin dari pihak keluarga tidak mau menyerahkan itu, tapi karena kita pendekatan ke keluarga, akhirnya diserahkan," tutur Ariasandy.

Kepolisian juga berupaya mendapatkan keterangan yang lebih mendalam dari ibu korban, yang sebelumnya enggan melaporkan peristiwa ini. Meskipun ada kesulitan dalam mendapatkan informasi, pihak penyidik terus berusaha untuk mencari keterangan yang akurat.

Dugaan Bullying dan Hubungan Keluarga

Sementara itu, pihak kepolisian juga mengusut potensi kasus bullying di balik kematian korban. Ariasandy menyatakan bahwa sejauh ini belum ditemukan indikasi jelas mengenai adanya kasus perundungan yang melibatkan korban.

"Yang jelas, sementara ini kesimpulan kita dari hasil lidik, kita duga kuat dia bunuh diri. Kemudian sampai saat ini, belum kita temukan adanya indikasi pembullyan," tegasnya.

Di sisi lain, terungkap bahwa orangtua korban telah bercerai, dan pihak yang melaporkan kematian ini ke polisi adalah ayah korban, yang mengetahui berita tentang kematian anaknya melalui media.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU