Indonesia diprediksi akan mencatat sekitar 65 juta kasus hipertensi menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena hipertensi merupakan faktor utama penyebab gagal ginjal pada usia muda.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Kekhawatiran semakin meningkat, di tengah banyaknya informasi keliru yang membuat masyarakat ragu untuk berobat. Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan akan bahaya hipertensi yang dibiarkan tanpa penanganan.
Dampak Hipertensi pada Kesehatan Ginjal
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, menjadi salah satu penyebab utama gagal ginjal. Ketika tekanan darah tidak terkontrol, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah di ginjal yang memiliki fungsi vital menyaring limbah dari darah.
Jika fungsi ginjal terganggu, seluruh sistem tubuh lainnya juga akan terpengaruh. Pemeriksaan tekanan darah penting dilakukan untuk mendiagnosis hipertensi, yang ditentukan apabila tekanan darah melebihi angka 140/90 mmHg.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Hubungan Timbal Balik Antara Hipertensi dan Gangguan Ginjal
Riset dari American Heart Association menunjukkan bahwa hipertensi yang berkepanjangan dapat menyebabkan penyempitan dan kerusakan arteri ginjal. Kerusakan ini menghambat pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan ginjal untuk berfungsi dengan baik.
Tidak hanya ginjal yang terpengaruh, hipertensi juga dapat memperburuk kondisi ginjal, menciptakan siklus yang semakin memburuk. Jaringan parut dapat terbentuk di ginjal, mengganggu kemampuannya dalam menyaring darah dan mengatur cairan.
Tantangan dalam Penanganan Hipertensi
Meskipun hipertensi adalah ancaman besar, hanya sekitar 40-60 persen pasien yang menjalani pengobatan rutin. Hal ini disampaikan oleh Siti Nadia Tarmizi yang mengindikasikan bahwa stigma dan hoaks beredar di masyarakat menjadi hambatan utama.
Masyarakat biasanya enggan mencari pengobatan karena khawatir akan dampak negatif terhadap kesehatan ginjal, padahal pengobatan hipertensi itu sendiri sangat penting. Menjaga tekanan darah agar tetap terkendali adalah langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko gagal ginjal.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: