Gaslighting adalah istilah yang mungkin belum semua orang kenal, tetapi dampaknya bisa sangat mengganggu kehidupan seseorang. Ini adalah bentuk manipulasi yang sering kali disamarkan sebagai lelucon, namun mengakibatkan konsekuensi psikologis yang serius.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Di tengah dunia yang semakin terhubung, gaslighting semakin umum terjadi, baik di lingkungan pribadi maupun profesional. Banyak yang tidak menyadari bahwa tindakan ini bukan sekadar bercanda, tetapi sebenarnya bentuk bullying modern.
Apa itu Gaslighting?
Gaslighting berasal dari judul film tahun 1944, 'Gaslight', di mana seorang suami berusaha membuat istrinya meragukan kenyataan. Dalam konteks sehari-hari, gaslighting bukan hanya terjadi dalam hubungan romantis, tetapi juga dapat ditemukan di tempat kerja, pertemanan, atau keluarga.
Praktik gaslighting sering kali dimulai dengan komentar kecil yang meragukan kemampuan atau kenyataan seseorang. Misalnya, jika seseorang memberi tahu temannya bahwa ia tidak baik dalam sebuah proyek, ini bisa dianggap sebagai bentuk gaslighting jika ditindaklanjuti dengan pernyataan seperti, 'Kamu terlalu sensitif, itu hanya bercanda.'
Tanda-tanda Gaslighting
Salah satu tanda gaslighting adalah kesulitan seseorang dalam mempercayai dirinya sendiri. Mereka sering kali merasa bingung atau khawatir berlebihan mengenai bagaimana perasaan mereka tentang suatu situasi.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Selain itu, pelaku gaslighting sering kali mengubah cerita atau fakta untuk mengacaukan pikiran korban. Contohnya, mereka bisa mengklaim bahwa peristiwa yang terjadi tidak pernah terjadi atau mereka tidak pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan.
Tindakan ini membuat korban meragukan ingatannya sendiri, sehingga menciptakan rasa ketidakpastian yang meluas.
Dampak Psikologis Gaslighting
Dampak psikis dari gaslighting bisa sangat serius dan berpotensi merusak kepercayaan diri seseorang. Banyak korban mengalami gejala kecemasan, depresi, dan bahkan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) akibat dari perlakuan ini.
Korban gaslighting juga berisiko mengalami isolasi sosial. Mereka mungkin merasa sulit untuk mempercayai orang lain atau berbagi pengalaman mereka, sehingga terjebak dalam siklus yang menguatkan manipulasi pelaku.
Dengan demikian, penting untuk mengenali tanda-tanda gaslighting untuk melindungi diri terhadap efek negatif yang ditimbulkannya.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: