Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP), kemungkinan besar akan menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang setelah meraih kemenangan dalam pemilu awal Oktober 2025.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Dengan adanya tantangan dari runtuhnya koalisi berkuasa, usaha pembentukan aliansi baru di tengah ketidakpastian politik semakin membuka jalan bagi Takaichi.
Kemenangan Pemilu dan Pembentukan Koalisi
Sanae Takaichi terpilih sebagai pemimpin LDP dan memenangkan pemilu pada awal Oktober 2025. Namun, ambisinya untuk menjabat sebagai perdana menteri terhalang oleh keruntuhan koalisi yang sebelumnya berkuasa.
LDP kini sedang mencari aliansi baru setelah partner juniornya, Partai Komeito, keluar dari perjanjian koalisi yang telah terjalin selama 26 tahun.
Dari laporan media lokal Kyodo News, disebutkan bahwa Takaichi dan Hirofumi Yoshimura dari Partai Inovasi Jepang (JIP) diperkirakan akan menandatangani perjanjian koalisi pada 20 Oktober 2025. Pernyataan ini dibenarkan oleh sejumlah pejabat senior yang tidak mau disebutkan namanya.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Tekanan Politik dan MoU Koalisi
Krisis politik yang dipicu keluarnya Partai Komeito semakin memperumit situasi bagi LDP. Meskipun oposisi yang terpecah berupaya untuk menggulingkan LDP, mereka belum berhasil.
Koalisi antara LDP dan JIP dianggap strategis untuk mendorong pengukuhan Takaichi sebagai perdana menteri pada 21 Oktober 2025. Namun, LDP masih memerlukan tambahan dua kursi untuk mencapai mayoritas yang diperlukan.
Jika pemungutan suara berlanjut ke putaran kedua, Takaichi hanya perlu memperoleh dukungan lebih banyak anggota parlemen dibandingkan kandidat lainnya.
Dampak Terhadap Hubungan Internasional
Situasi politik di Jepang semakin mencengkeram menjelang kedatangan Presiden AS, Donald Trump, yang dijadwalkan tiba sebelum KTT tahunan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan.
Kunjungan Trump ini berpotensi menjadi momen penting bagi perumusan kebijakan luar negeri Jepang. Stabilitas pemerintahan Jepang akan berpengaruh besar terhadap hubungan bilateral dengan negara lain, terutama Amerika Serikat.
Kehadiran Takaichi sebagai perdana menteri perempuan pertama kemungkinan akan menjadi simbol kemajuan bagi Jepang di panggung global.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: