Mojokerto, kota yang dikenal luas di Indonesia, kini resmi mencatatkan diri sebagai kota terpanas di dunia berdasarkan laporan AQI terbaru.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Suhu di Mojokerto mencapai 37 derajat Celsius, melampaui banyak kota di Indonesia dan beberapa yang terletak di negara-negara seperti Australia dan Taiwan.
Penyebab Cuaca Panas di Mojokerto
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa cuaca panas yang terjadi ini disebabkan oleh pergeseran posisi matahari ke selatan.
Pergeseran ini menyebabkan pengurangan pertumbuhan awan hujan, sehingga dampak paparan sinar matahari langsung membuat suhu terasa lebih panas.
Guswanto menegaskan, "Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung."
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Rekaman Suhu Tertinggi di Dunia
Melalui laporan yang diperoleh dari AQI pada 15 Oktober 2025, tercatat bahwa Mojokerto adalah kota terpanas dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius.
Posisi kedua diisi oleh Katherine dan Mount Isa di Australia, masing-masing dengan suhu 36 derajat Celsius, diikuti Bade di Taiwan yang menunjukkan angka yang sama.
Kota-kota di Taiwan mendominasi daftar sepuluh kota terpanas, menunjukkan kesamaan dalam kondisi atmosfer di kawasan tersebut.
Daftar Kota Terpanas Menurut AQI
Berikut adalah daftar lengkap sepuluh kota terpanas di dunia pada 15 Oktober 2025 versi AQI: 1) Mojokerto, Indonesia - 37 °C; 2) Katherine, Australia - 36 °C; 3) Mount Isa, Australia - 36 °C; 4) Bade, Taiwan - 36 °C; 5) Zhongli, Taiwan - 36 °C; 6) Taoyuan District, Taiwan - 36 °C; 7) Pingzhen, Taiwan - 36 °C; 8) Yangmei, Taiwan - 36 °C; 9) Hsinchu, Taiwan - 36 °C; 10) Martapura, Indonesia - 35 °C.
Dalam laporan tersebut, semua kota yang disebutkan dinyatakan dalam status "Hot (panas)", menekankan kondisi cuaca ekstrem yang tengah dialami.
Keberadaan dua kota asli Indonesia dalam daftar ini, khususnya Mojokerto dan Martapura, menunjukkan tantangan iklim yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: