Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kabar bahwa Menara Eiffel di Paris akan dibongkar pada tahun 2026. Kabar ini muncul setelah penutupan sementara monumen ikonik tersebut pada awal Oktober 2025, berimbas pada keamanan pengunjung.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Penutupan terjadi akibat aksi mogok nasional di Prancis, di mana masyarakat menuntut kenaikan pajak bagi orang kaya. Pengelola Menara Eiffel menutup akses untuk menjaga keselamatan publik di tengah situasi yang memanas.
Asal Mula Kabar Hoaks
Beberapa pekan sebelum mogok, sebuah situs berita satir menerbitkan artikel yang menyebut bahwa Menara Eiffel akan dibongkar dan diubah menjadi "seluncuran raksasa". Artikel ini kemudian dipelintir di media sosial dan tersebar tanpa konteks yang jelas.
Banyak pengguna platform X mulai membagikan klaim menyesatkan mengenai penutupan menara ikonik tersebut. Beberapa di antaranya menyebut bahwa simbol Prancis itu akan dihancurkan setelah masa sewa pengelolaan berakhir pada tahun 2026.
Misinformasi tersebut dengan cepat menarik perhatian publik, dengan sebagian pengguna mempercayai dan bagian lain berusaha mengoreksi informasi yang salah. Hingga kini, pihak Société d'Exploitation de la Tour Eiffel (SETE) belum memberikan pernyataan resmi terkait isu pembongkaran.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dampak Hoaks Terhadap Industri Pariwisata
Kabar hoaks tentang pembongkaran Menara Eiffel memperlihatkan bagaimana berita palsu dapat menimbulkan kebingungan dan dampak negatif pada sektor pariwisata. Kekhawatiran di antara pengelola objek wisata meningkat setelah terbukti ada dampak dari informasi yang tidak akurat.
Pemerintah Italia juga telah memperketat aturan menjelang ulasan palsu di sektor pariwisata. Banyak pengusaha mengaku bahwa reputasi mereka dirusak oleh informasi palsu, seperti yang diungkapkan Kementerian Usaha Italia yang menyatakan bahwa informasi tidak benar bisa menggerus pendapatan sektor ini antara 6% hingga 30%.
Sebagai langkah responsif, ditemukan inisiatif baru untuk melindungi pelaku usaha, yang mewajibkan wisatawan untuk menunjukkan bukti kunjungan sebelum memberikan ulasan. Langkah ini sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan konsumen di tengah maraknya berita palsu.
Keberlanjutan Menara Eiffel
Menara Eiffel, simbol wisata terkenal di dunia, tercatat menghasilkan pendapatan sekitar €117,87 juta (sekitar Rp2 triliun) pada tahun 2023. Bangunan ini juga mempekerjakan lebih dari 300 orang di Paris, berkontribusi terhadap ekonomi lokal.
Meskipun kabar hoaks terus beredar, Menara Eiffel tetap menjadi tujuan wisata yang diminati dan layanan tiket untuk kunjungan ke puncak menara masih beroperasi. Pengelola menegaskan bahwa isu pembongkaran hanyalah rumor belaka.
Dalam era digital ini, penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memverifikasi informasi yang beredar di media sosial. Situasi ini menekankan betapa krusialnya edukasi tentang berita faktual di tengah berkembangnya kepalsuan informasi.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: