Aktor Ammar Zoni kini menjalani masa hukuman di Pulau Nusakambangan setelah terlibat dalam kasus narkoba yang mengejutkan banyak pihak.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Pemindahan ini dilakukan setelah ia terbukti terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam Rutan Salemba, Jakarta.
Kasus Narkoba Ammar Zoni
Ammar Zoni, yang dikenal publik sebagai aktor, memiliki riwayat hukum terkait narkoba hingga empat kali. Ia baru-baru ini terlibat dalam pengedaran narkoba jenis sabu dan ganja dari dalam Rutan Salemba.
Aksi Ammar terungkap setelah petugas rutan memantau gerak-geriknya yang mencurigakan. Investigasi lebih jauh menunjukkan bahwa ia tidak sendirian; lima rekan lainnya juga terlibat dalam peredaran yang sama.
Para pelaku menggunakan aplikasi komunikasi bernama Zangi untuk memfasilitasi kegiatan ilegal mereka. Sumber barang haram yang mereka edarkan berasal dari individu di luar Rutan Kelas I Jakarta Pusat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Langkah Pemerintah
Pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan menjadi langkah signifikan dari pemerintah dalam menanggulangi permasalahan narkoba. Rika Aprianti, Kasubdit Kerjasama Ditjenpas, menegaskan bahwa semua warga binaan yang dianggap berisiko tinggi akan ditempatkan di Lapas Super Maximum dan Maximum Security.
Tujuan pemindahan ini adalah untuk memberikan efek jera dan mengubah perilaku para narapidana. Rika menekankan bahwa perubahan perilaku menjadi salah satu prioritas utama dalam sistem permasyarakatan.
Dengan tindakan tegas ini, harapannya adalah untuk mencegah pelaku lain terlibat dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
Respon Publik dan Dampak Sosial
Kasus yang menimpa Ammar Zoni menimbulkan berbagai reaksi di kalangan publik. Banyak orang menyambut baik langkah pemerintah sebagai upaya yang tepat untuk memberantas narkoba.
Namun, terdapat juga suara-suara yang menyuarakan keprihatinan terhadap nasib Ammar dan mempertanyakan efektivitas sistem permasyarakatan di Indonesia. Meski demikian, pihak berwenang tetap berkomitmen untuk menjalankan langkah hukum yang diambil.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama mengingat banyaknya kasus narkoba yang melibatkan selebritas di tanah air.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: