Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 17:47 WIB

Keracunan Massal di Cisarua: 449 Siswa Terdampak

Author

Keracunan Massal di Cisarua: 449 Siswa Terdampak

Dugaan keracunan makanan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah membuat 449 siswa dirawat hingga Rabu (15/10/2025) siang. Dari jumlah itu, 54 siswa masih mendapatkan perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan setempat.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Situasi di lokasi penanganan mulai kondusif meski pihak terkait tetap waspada. Koordinator Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, memastikan bahwa mereka tetap siaga menghadapi perkembangan lebih lanjut.

Update Kondisi Korban

Memperbarui warga tentang situasi terkini, Aep Kunaefi menyampaikan bahwa 449 siswa mengidap gejala keracunan. Gejala paling umum termasuk mual, muntah, dan pusing, yang dialami oleh sebagian besar siswa yang terpengaruh.

Tim medis dari sekolah serta puskesmas terdekat terus memberikan penanganan kepada para siswa yang mengalami gejala-gejala tersebut. Upaya penelusuran terhadap sumber makanan yang menyebabkan keracunan turut dilakukan oleh pihak sekolah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Suasana di SMPN 1 Cisarua

Situasi di SMPN 1 Cisarua mulai membaik pada pukul 16.00 WIB. Kelas-kelas yang sebelumnya digunakan untuk perawatan siswa kini mulai kosong, menunjukkan penurunan jumlah pasien yang dirawat.

Jumlah ambulans yang berjaga juga berkurang drastis dibandingkan dengan pagi hari saat kejadian puncak. Aktivitas di area parkir sekolah kembali normal, menandakan bahwa respons penanganan menjelang lebih tertata.

Langkah Penanganan Selanjutnya

Sekolah dan petugas kesehatan berkomitmen untuk memantau terus perkembangan kondisi siswa yang terkena dampak. Penelusuran sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan juga tetap menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.

Kecepatan dalam respon dan kepedulian dari pihak sekolah dan Dinas Kesehatan diharapkan akan mengurangi dampak keracunan serta memberikan layanan medis yang optimal bagi para siswa yang membutuhkan.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU