Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 12:52 WIB

Keracunan Massal di SMPN 1 Cisarua: 132 Siswa Terkena Dampak

Author

Keracunan Massal di SMPN 1 Cisarua: 132 Siswa Terkena Dampak

Sebanyak 132 siswa dari SMPN 1 Cisarua mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi pada Selasa (14/10) malam, dengan keluhan utama yang dilaporkan adalah bau tidak sedap pada daging ayam yang disajikan.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan, Setia Wiguna, membenarkan bahwa bahan baku makanan dipesan dari sejumlah pemasok. Namun, ia menegaskan bahwa pengelolaan bahan baku dilakukan dengan standar yang ketat.

Proses Persiapan dan Penyediaan Makanan yang Dipertanyakan

Setia Wiguna, kepala dapur SPPG Panyandaan, menjelaskan bahwa proses memasak makanan dilakukan pada malam hari. Makanan disiapkan dengan target distribusi pada dini hari untuk memenuhi kebutuhan ribuan siswa.

Menurut Setia, dapur tersebut menghasilkan 3.649 porsi makanan setiap harinya untuk sekolah-sekolah terdekat. Meski demikian, ia mengakui adanya masalah terkait kualitas bahan baku, khususnya daging ayam yang dilaporkan memiliki bau tidak sedap.

Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk memastikan kualitas daging sebelum pengolahan dilakukan. "Kami masih melakukan evaluasi terkait daging ayam tersebut dan sudah melakukan pengecekan di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Kasus Ini Bukan yang Pertama Kali

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyebut insiden di Cisarua ini merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya di Kecamatan Cipongkor dengan jumlah korban lebih dari seribu orang. Meski sudah banyak korban, status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum ditetapkan.

"Saya belum memutuskan untuk memiliki status KLB, karena pemulihan dari keracunan ini lebih cepat dibandingkan kejadian di Cipongkor," jelas Jeje. Ia menekankan bahwa fokus pemerintah daerah adalah penanganan pasien.

Pihaknya juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait dapur penyedia makanan MBG dan berencana meninjau lokasi secara langsung.

Menu Makanan dan Kualitas Pengolahan yang Dipertanyakan

Menu yang didistribusikan pada hari kejadian meliputi nasi putih, ayam black pepper, tahu goreng, tumis brokoli, dan buah melon. Namun, keberadaan ayam berkualitas buruk menjadi perhatian utama.

Setia menyatakan bahwa mereka berupaya menyediakan bahan baku terbaik, tetapi banyak keluhan yang muncul setelah kejadian. "Kami mau bahan yang paling berkualitas dan tidak berbau, tapi hasilnya di lapangan masih belum memuaskan," ungkapnya.

Dapur SPPG Panyandaan, yang telah beroperasi sejak Februari 2024, diketahui belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Setia menjelaskan bahwa pelatihan untuk mendapatkan sertifikat dijadwalkan pada 21 Oktober mendatang.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU