Kelompok Hamas mengumumkan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam pemerintahan Jalur Gaza setelah konfliknya baru saja mereda.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Pernyataan ini disampaikan setelah gencatan senjata diberlakukan dan mendiskusikan rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan Resmi Hamas
Sumber dekat dengan komite negosiasi Hamas menyatakan, 'Bagi Hamas, pemerintahan Jalur Gaza merupakan isu yang sudah diselesaikan. Hamas tidak akan berpartisipasi sama sekali dalam fase transisi, yang berarti telah melepaskan kendali atas Jalur Gaza, tetapi tetap menjadi bagian fundamental dari struktur Palestina.'
Pernyataan ini muncul setelah gencatan senjata yang melibatkan Hamas dan Israel, di mana kedua pihak mendiskusikan rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Trump.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Persetujuan Gencatan Senjata
Sumber yang enggan disebut namanya menegaskan bahwa Hamas setuju untuk gencatan senjata jangka panjang, dengan menyatakan, 'Senjatanya tidak akan digunakan sama sekali selama periode ini, kecuali jika terjadi serangan Israel terhadap Gaza.'
Pernyataan ini menunjukkan adanya konsensus di antara anggota senior Hamas, yang sebelumnya terpecah dalam isu-isu penting terkait pemerintahan dan perlucutan senjata.
Rencana Perdamaian dan Implikasinya
Rencana perdamaian yang diusulkan mencakup ketentuan perlucutan senjata Hamas, serta mengharuskan kelompok tersebut untuk tidak memiliki peran dalam pemerintahan Gaza di masa depan.
Menurut rencana tersebut, Jalur Gaza akan menjadi 'zona bebas teror' dan infrastruktur serta persenjataan Hamas harus 'dihancurkan dan tidak dibangun kembali.'
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: