Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar untuk meninjau dan memperbaiki struktur pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Instruksi tersebut dikeluarkan setelah insiden runtuhnya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Perintah Khusus untuk Evaluasi dan Perbaikan
Dalam rapat pada Minggu malam, Prabowo mengarahkan perhatian khusus pada kekuatan struktur bangunan pondok pesantren agar keselamatan santri dan staf pengajar terjamin.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Presiden memerintahkan Muhaimin untuk memeriksa pondok pesantren yang membutuhkan evaluasi struktural.
"Pemerintah sangat serius dalam menangani isu keselamatan di lembaga pendidikan Islam," tambahnya.
Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat
Insiden Runtuhnya Musala dan Dampaknya
Pada 29 September 2025, Musala Pondok Pesantren Al Khoziny runtuh, mengakibatkan penemuan 40 jenazah oleh tim SAR di lokasi kejadian.
Kepala BNPB Abdul Muhari menjelaskan, "Tim SAR gabungan terus bekerja siang malam dengan alat berat untuk mengangkat puing-puing."
Dalam satu hari, total 15 jenazah berhasil ditemukan berkat upaya intensif tim.
Tanggapan dan Langkah Ke Depan
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap bangunan pondok pesantren dan meninjau standar bangunan yang berlaku.
Prabowo berharap bahwa semua pihak dalam pengelolaan pondok pesantren dapat bekerjasama dalam menjaga keamanan bangunan.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah insiden serupa dan memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi generasi muda.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: