Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 13:27 WIB

Memahami Anemia Defisiensi Besi dan Dampaknya

Author

Memahami Anemia Defisiensi Besi dan Dampaknya

Anemia defisiensi besi adalah kondisi medis serius yang dipicu oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari kelelahan hingga diketahuinya kesulitan konsentrasi.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Kondisi ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan, seperti wanita hamil dan remaja. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat mengelola dan mencegah dampak dari anemia defisiensi besi.

Apa Itu Anemia Defisiensi Besi?

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan atau tidak mampu menyerapnya dengan baik. Zat besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tanpa cukup zat besi, produksi sel darah merah akan terhambat, sehingga jumlah sel darah merah yang ada jauh lebih sedikit dari yang seharusnya. Hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk berfungsi dengan optimal.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Gejala Anemia Defisiensi Besi

Gejala anemia defisiensi besi biasanya dimulai secara perlahan dan bisa bervariasi pada setiap individu. Beberapa gejala yang umum termasuk kelelahan ekstrem, kulit pucat, dan sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.

Orang yang mengalami anemia defisiensi besi juga mungkin merasakan detak jantung yang cepat atau tidak teratur, serta peningkatan keinginan untuk makan benda non-makanan seperti tanah atau es, sebuah kondisi yang dikenal sebagai pica.

Siapa yang Rentan Terkena?

Beberapa kelompok lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Wanita hamil, misalnya, membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung perkembangan janin, sementara remaja yang sedang tumbuh juga memerlukan zat besi tambahan.

Selain itu, orang yang memiliki gangguan pencernaan yang menyebabkan kesulitan dalam menyerap zat besi juga lebih rentan terkena anemia ini. Diet yang rendah zat besi, terutama pada vegetarian atau vegan yang tidak memantau asupan mereka dengan baik, dapat meningkatkan risiko.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU