Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 19:58 WIB

Tim SAR Selesaikan Pencarian di Reruntuhan Mushala Pondok Pesantren Al Khoziny

Author

Tim SAR Selesaikan Pencarian di Reruntuhan Mushala Pondok Pesantren Al Khoziny

Tim SAR Gabungan telah menyelesaikan pencarian di lokasi reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Setelah evakuasi korban terakhir pada Rabu malam, 1 Oktober 2025, tidak ditemukan tanda kehidupan lainnya.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa keputusan untuk berpindah ke tahap berikutnya diambil setelah memastikan tidak ada korban yang masih hidup di bawah reruntuhan.

Kondisi Terbaru Evakuasi

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir dalam keadaan selamat pada pukul 20.22 WIB. Setelah itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi di lokasi.

Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB, menyatakan, 'Secara ilmu pengetahuan itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan.' Tim kemudian melakukan pencarian menggunakan drone thermal, namun tetap tidak mendeteksi adanya korban hidup.

Upaya lebih lanjut dilakukan dengan mensterilkan area sekitar untuk mendengar suara kecil yang mungkin berasal dari korban. Namun, hingga pagi hari berikutnya, tidak ada hasil yang menunjukkan tanda kehidupan.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Pengalihan Tahap Evakuasi

Setelah memastikan tidak ada tanda kehidupan, tim SAR Gabungan beralih dari penyelamatan menjadi pengangkatan reruntuhan menggunakan alat berat. Langkah ini diambil setelah berdiskusi dengan keluarga korban.

Suharyanto menjelaskan, 'Ada beberapa langsung sedih tapi tidak ada satu pun keluarga yang meminta kami melanjutkan pencarian terhadap korban yang hidup.' Keputusan tersebut merefleksikan penerimaan dari pihak keluarga terkait situasi yang ada.

Metodologi evakuasi diperbaharui berdasarkan observasi tim terhadap keadaan gedung yang ambruk akibat kegagalan konstruksi, yang disebabkan oleh ketidakmampuan bangunan menahan beban dari kapasitas seharusnya.

Data Korban dan Proses Perawatan

Dari total 108 orang yang terdaftar sebagai korban, delapan belas berhasil dievakuasi, lima dinyatakan meninggal, sementara seratus tiga orang dalam keadaan selamat. Pencarian masih berlanjut untuk menemukan 59 orang yang belum ditemukan.

Korban yang berhasil dievakuasi kini tengah menerima perawatan di beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo dan Rumah Sakit Delta Surya. Tim medis selalu siap memberikan perawatan yang diperlukan bagi setiap korban.

Peristiwa ini berdampak signifikan terhadap masyarakat sekitar dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU