Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 16:45 WIB

Pengibaran Bendera Merah Putih Setengah Tiang Sebagai Penghormatan kepada Korban G30S

Author

Pengibaran Bendera Merah Putih Setengah Tiang Sebagai Penghormatan kepada Korban G30S

Pada Selasa, 30 September 2025, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang di Istana Kepresidenan Republik Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para korban peristiwa G30S.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Imbauan untuk pengibaran bendera ini juga disampaikan kepada masyarakat dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia melalui surat edaran Kementerian Kebudayaan.

Pengibaran Bendera Setengah Tiang di Istana Negara

Di depan Istana Negara yang terletak di Jakarta Pusat, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang. Langkah ini merupakan simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam peristiwa G30S.

Tidak hanya di Istana Negara, bendera tersebut juga dikibarkan di kawasan Kompleks Kementerian Sekretariat Negara menghadap ke Jalan Juanda, Jakarta. Ritual ini menjadi tradisi tahunan yang mengingat tragedi kemanusiaan yang terjadi beberapa dekade lalu.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Imbauan Resmi dari Kementerian Kebudayaan

Pemerintah Indonesia melalui surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kebudayaan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang pada tanggal bersejarah ini. "Kami meminta seluruh masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang para pahlawan yang jatuh dalam peristiwa tersebut," jelas pihak kementerian.

Dalam surat edaran tersebut, dinyatakan bahwa pada 1 Oktober 2025, bendera Merah Putih harus dikibarkan satu tiang penuh. Ini bertujuan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan harus dilakukan pada pukul 06.00 WIB.

Sejarah Peristiwa G30S

Gerakan 30 September atau G30S adalah kudeta yang terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965, yang berujung pada penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal TNI Angkatan Darat.

Peristiwa ini dikenal sebagai salah satu catatan kelam dalam sejarah Indonesia dan melibatkan Pasukan Cakrabirawa serta sejumlah tokoh dari Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terlibat dalam tragedi tersebut.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU