Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 11:48 WIB

Plogging: Kombinasi Olahraga dan Aktivisme Lingkungan yang Semakin Populer di Indonesia

Author

Plogging: Kombinasi Olahraga dan Aktivisme Lingkungan yang Semakin Populer di Indonesia

Plogging, aktivitas yang menggabungkan olahraga lari dengan pemungutan sampah, telah menjadi tren baru yang bermanfaat bagi kesehatan dan lingkungan. Kegiatan ini semakin digemari di Indonesia sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Asal usul plogging sendiri berasal dari Swedia dan diperkenalkan sejak tahun 2016 oleh Erik Ahlström. Seiring berkembangnya kesadaran mengenai dampak sampah, aktivitas ini mulai diminati oleh berbagai kalangan masyarakat di tanah air.

Asal Usul Plogging

Plogging merupakan gabungan dari dua kata, yaitu 'plocka upp', yang berarti memungut, dan 'jogging', yang berarti lari. Konsep ini diperkenalkan pertama kali di Swedia oleh pelari Erik Ahlström pada tahun 2016, menjadikannya sebagai inovasi dalam kegiatan olahraga yang juga memperhatikan aspek lingkungan.

Aktivitas ini tidak terbatas di jalan raya, melainkan juga berlangsung di berbagai lokasi seperti taman, pantai, dan area publik lain. Plogging bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi jumlah sampah yang berserakan.

Sejak diperkenalkan, plogging telah mendapatkan perhatian global yang signifikan, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut serta dalam gerakan ini.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi

Manfaat Plogging Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Plogging tidak hanya memberikan manfaat dari segi kesehatan, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan. Selama aktivitas ini, seseorang mampu membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan lari biasa berkat tambahan gerakan memungut sampah.

Selain itu, plogging berkontribusi terhadap penciptaan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan memungut sampah yang berserakan, masyarakat dapat berpartisipasi dalam mengurangi pencemaran dan meningkatkan estetika ruang publik.

Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran komunitas, di mana peserta saling memotivasi untuk menjaga lingkungan bersih melalui interaksi yang positif saat berlari bersama.

Perkembangan Plogging di Indonesia

Di Indonesia, plogging mulai dikenal melalui berbagai kegiatan yang diadakan oleh komunitas dan kampanye lingkungan. Kelompok pemuda di berbagai daerah secara rutin menyelenggarakan acara plogging sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Peserta acara plogging biasanya dilengkapi dengan kantong sampah dan sarung tangan.

Selama kegiatan, mereka juga diajarkan cara memilah sampah dengan benar agar bisa didaur ulang, sehingga meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU