Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 14:27 WIB

Kesenjangan Upah Antara Pria dan Wanita di Indonesia: Tantangan dan Faktor Penyebabnya

Author

Kesenjangan Upah Antara Pria dan Wanita di Indonesia: Tantangan dan Faktor Penyebabnya

Meskipun terdapat kemajuan dalam dunia kerja, kesenjangan upah antara pria dan wanita di Indonesia masih menjadi isu signifikan yang perlu ditangani. Berbagai faktor, termasuk stereotip gender dan akses pendidikan yang berbeda, berkontribusi pada perbedaan tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Faktor Penyebab Kesenjangan Upah

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kesenjangan upah adalah rasio partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang masih rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021, rasio partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia hanya mencapai 51,9%, sementara pria mencapai 81,5%.

Banyak perempuan terjebak dalam pekerjaan informal yang umumnya memiliki upah lebih rendah dan kurang stabil. Persepsi negatif terhadap kemampuan perempuan dalam posisi pengambilan keputusan juga dapat membatasi peluang mereka untuk mendapatkan gaji yang setara.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Persepsi dan Stereotip Gender

Stereotip gender sering kali mempengaruhi cara perempuan diperlakukan di tempat kerja. Dalam survei yang dilakukan oleh World Economic Forum, 61% responden wanita melaporkan bahwa mereka merasa diabaikan ketika mengajukan kenaikan gaji.

Kenyataan ini menunjukkan adanya hambatan sistematis dalam pencapaian kesetaraan gender, termasuk di dalam budaya organisasi. Kurangnya keberadaan perempuan dalam posisi manajerial juga memperburuk situasi, karena mereka seringkali tidak mendapatkan akses kepada sumber daya yang sama.

Peran Pendidikan dan Kesempatan

Pendidikan merupakan faktor penting dalam penentuan gaji. Meskipun kesenjangan pendidikan antara pria dan wanita sedang menurun, masih terdapat ketidaksetaraan dalam bidang studi. Bias dalam pemilihan jurusan kuliah sering kali terjadi, di mana perempuan lebih memilih jurusan yang umumnya dipandang memiliki potensi penghasilan lebih rendah.

Hal ini berlanjut ke tempat kerja, di mana perempuan sering kali terbatasi untuk menduduki posisi yang menawarkan penghasilan lebih tinggi. Peluang yang tidak setara dalam pendidikan dan pekerjaan berkontribusi signifikan terhadap gender pay gap.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU