Pemerintah Slovenia memberlakukan larangan perjalanan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai respons terhadap tindakan Israel di Gaza, Palestina.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Larangan ini mencerminkan komitmen Slovenia terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.
Langkah Pemberlakuan Larangan Masuk
Sekretaris Negara Slovenia, Neva Grasic, mengumumkan keputusan ini melalui akun X, menegaskan bahwa Slovenia ingin menunjukkan dukungan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.
"Dengan tindakan ini, Slovenia menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional, nilai-nilai universal hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri yang berprinsip dan konsisten," ujar Grasic.
Pada bulan Agustus 2025, Slovenia juga mengumumkan embargo senjata terhadap Israel, menandakan sikap tegas negara tersebut terhadap situasi di Gaza.
Sebagai langkah tambahan, Slovenia telah memutuskan untuk melarang impor barang-barang yang diproduksi di wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Alasan di Balik Larangan
Grasic menjelaskan bahwa larangan terhadap Netanyahu disebabkan oleh tuduhan kejahatan perang yang dialamatkan kepadanya, berdasarkan pandangan Mahkamah Internasional.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
"Publik mengetahui bahwa proses hukum sedang berlangsung terhadapnya atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tambahnya.
Pemerintah Slovenia berharap kebijakan ini dapat mengirimkan pesan yang jelas kepada Israel tentang pentingnya kepatuhan terhadap keputusan pengadilan internasional dan hukum humaniter internasional.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya Slovenia untuk menyerukan gencatan senjata yang mendesak di Gaza.
Komitmen Slovenia terhadap Palestina
Sebagai respons terhadap konflik yang berkepanjangan, Slovenia secara konsisten menyerukan perlunya bantuan dan dukungan untuk rakyat Palestina.
Sejak Juli 2025, Slovenia telah memberlakukan embargo ekspor, impor, dan transit senjata ke dan dari Israel, serta melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut mendorong Slovenia untuk terus menambah dukungan bagi warga sipil yang terdampak oleh konflik.
Paket bantuan tambahan untuk warga Palestina juga telah disetujui, mencerminkan kepedulian Slovenia terhadap isu kemanusiaan yang mendesak.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: