Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 17:38 WIB

Desakan Sanksi Terhadap Sepak Bola Israel Terkait Situasi di Gaza

Author

Desakan Sanksi Terhadap Sepak Bola Israel Terkait Situasi di Gaza

Sepak bola Israel tengah berada dalam sorotan setelah Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) dihadapkan pada desakan untuk memberikan sanksi terhadap tim nasional dan klub-klubnya. Hal ini dipicu oleh situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, dengan Qatar sebagai salah satu pihak yang melobi pemungutan suara.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Desakan ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan konser amal bertajuk 'Together for Palestine', di mana mantan pemain bintang Eric Cantona mendukung agar FIFA dan UEFA mengenakan sanksi bagi Israel. Aturan yang berlaku di UEFA berpotensi mengalami perubahan seiring dengan dukungan dari sejumlah negara anggota.

Desakan Sanksi oleh Qatar dan Tokoh Olahraga

Qatar telah melobi Komite Eksekutif UEFA untuk memberikan sanksi kepada Israel, menyusul situasi kemanusiaan di Gaza yang semakin kritis. Menurut laporan dari Turkiye Today, inisiatif ini bertujuan untuk menyoroti bencana kemanusiaan yang terjadi.

Dalam konser 'Together for Palestine' yang diselenggarakan di Wembley Arena, Eric Cantona, mantan pemain Manchester United, menyatakan urgensi untuk memberikan sanksi. Ia mencatat, "Empat hari setelah Rusia memulai perang di Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan Rusia [dari kompetisi internasional]. Kini, sudah 716 hari lewat sejak Amnesty Internasional menyebut [situasi di Gaza sebagai] genosida."

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Proses Voting dan Dukungan Negara-Negara Anggota UEFA

The Times of Israel melaporkan bahwa pemungutan suara terkait sanksi untuk klub dan tim nasional Israel mungkin akan dilaksanakan dalam minggu ini. Dukungan terhadap langkah sanksi ini datang dari 20 negara anggota UEFA.

Sementara itu, negara-negara yang menolak proposal sanksi hanya sebanyak dua hingga tiga, dengan Jerman dan Hungaria menjadi yang terdepan. Federasi Sepak Bola Israel (IFA) berusaha mendekati sekutunya di Eropa untuk menggagalkan pemungutan suara ini.

Respon UEFA terhadap Isu Sanksi

Meski tekanan untuk memberikan sanksi meningkat, IFA menyatakan laporan mengenai upaya mereka untuk mencegah pemungutan suara tidak akurat. Hingga kini, tidak ada informasi resmi mengenai kapan pemungutan suara akan dilaksanakan, meskipun kabar beredar pada tanggal 23 September.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menolak sanksi yang ditujukan kepada Israel, berargumen bahwa sanksi untuk atlet tidak akan efektif. "Apa yang bisa seorang atlet lakukan kepada pemerintah mereka untuk menghentikan perang? itu sangat, sangat sulit," ujar Ceferin, menunjukkan kompleksitas situasi yang ada.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU