Sabtu, 12 JULI 2025 • 08:36 WIB

Ridwan Kamil Terekam Marah di Bandara Bali Akibat Penundaan Penerbangan

Author

Generated by Journalist AI

santaitalks.com – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menunjukkan kemarahannya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, setelah pesawat yang ditumpanginya mengalami penundaan yang cukup lama. Situasi ini menjadi viral di TikTok, dengan video yang memperlihatkan ketegangan di dalam bandara.

Penumpang lainnya turut mengungkapkan ketidakpuasan mereka, sementara RK meminta agar ada dialog langsung dengan pihak pengelola bandara, namun permintaan tersebut tampaknya diabaikan oleh petugas.

Kejadian di Bandara Bali

Di pagi hari sekitar pukul 02.30 WIB, Ridwan Kamil berada di antrean bandara bersama penumpang lain menunggu penjelasan terkait keterlambatan penerbangan. Sebuah video viral menunjukkan bagaimana RK menghadapi petugas ketika meminta informasi tentang status penerbangannya.

Dalam video tersebut, RK menanyakan kenapa pesawatnya terlambat dan meminta untuk berbicara langsung dengan General Manager Bandara agar mendapat kejelasan. Ia menekankan pentingnya informasi bagi penumpang yang telah membayar untuk penerbangan yang mereka tumpangi.

Permintaan Dialog yang Tidak Digubris

RK melanjutkan dengan menegaskan bahwa penumpang mempunyai hak untuk mengetahui penyebab penundaan penerbangan. Ia menyatakan ketidakpuasan terhadap tanggapan petugas bandara yang dianggap tidak memberikan informasi yang memadai, dengan pernyataan, ‘Kami ingin dengar dari pengambil keputusan yang teknis… Anda tidak berani.’

Penumpang lain juga merasakan kesal akibat waktu tunggu yang semakin lama, ditambah lagi dengan fasilitas pendingin udara yang tidak berfungsi dengan baik. ‘Sudah setengah tiga. AC juga udah mati,’ ujar salah satu penumpang yang ikut merasakan ketidaknyamanan tersebut.

Kritik Terhadap Manajemen Bandara dan Maskapai

Ketegangan semakin meningkat saat Ridwan Kamil beralih perhatian kepada pihak maskapai, yaitu Super Air Jet, yang diharapkan bisa memberikan solusi. Akan tetapi, perwakilan maskapai pun tidak mampu menjawab harapan penumpang dengan solusi yang memuaskan.

RK kembali menyoroti manajemen yang ada, menyatakan bahwa baik petugas bandara maupun pihak maskapai hanya berperan sebagai ‘kurir’ tanpa kekuatan dalam pengambilan keputusan. ‘Kesimpulannya, pihak bandara maupun airlines tidak solutif,’ ujarnya menandaskan kekecewaan terhadap situasi yang dihadapi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU