Rabu, 16 JULI 2025 • 04:12 WIB

Kejaksaan Agung Ungkap Rencana Digitalisasi Pendidikan Sebelum Nadiem Menjadi Mendikbudristek

Author

santaitalks.com – Kejaksaan Agung baru-baru ini mengonfirmasi bahwa pengadaan program digitalisasi pendidikan telah direncanakan oleh Nadiem Makarim sebelum ia resmi dilantik sebagai Mendikbudristek. Pernyataan ini terungkap dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (15/7/2025).

Nadiem, bersama dua staf khususnya, Jurist Tan dan Fiona Handayani, diketahui telah membahas pengadaan ini menggunakan grup WhatsApp bernama ‘Mas Menteri Core Team’ sebelum pelantikan oleh Presiden Joko Widodo.

Awal Rencana Pengadaan

Abdul Qohar, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, menjelaskan bahwa grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core Team’ dibentuk pada Agustus 2019. Dalam grup ini, Nadiem dan stafnya mengoordinasikan pengadaan program digitalisasi pendidikan yang direncanakan akan dilakukan setelah pelantikannya.

Nadiem Makarim resmi menjabat sebagai Mendikbud pada 19 Oktober 2019. Setelah pelantikannya, Jurist Tan mewakili Nadiem untuk melakukan diskusi teknis terkait pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan Yeti Khim dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan pada Desember 2019.

Keterlibatan Tersangka

Dalam kasus ini, Jurist Tan dan Ibrahim Arief telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua pejabat Kemendikbudristek, Mulyatsyah dan Sri Wahyuningsih. Mereka diduga terlibat dalam pemufakatan untuk memastikan penggunaan laptop Chromebook dalam proyek pengadaan yang bernilai Rp 9,3 triliun.

Meski Nadiem masih berstatus sebagai saksi, perannya dalam memberikan arahan kepada stafnya menjadi sorotan utama dalam penyelidikan ini. Namun, hingga kini belum terdapat cukup bukti untuk menjeratnya secara hukum.

Dampak Kasus dan Kerugian Negara

Kerugian negara akibat pengadaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,98 triliun. Tersangka diangap melakukan pemufakatan jahat yang mempengaruhi pelaksanaan pengadaan digitalisasi pendidikan di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, pengadaan laptop Chromebook dinilai tidak efektif karena terdapat kesulitan bagi anak-anak sekolah dalam mengakses perangkat tersebut, terutama disebabkan oleh masalah jaringan internet yang belum merata di berbagai daerah, khususnya di wilayah 3T.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU