Kamis, 17 JULI 2025 • 09:27 WIB

Crystal Palace Ajukan Banding ke CAS Setelah Didepak dari Liga Europa

Author

santaitalks.com – Crystal Palace telah resmi mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah keputusan UEFA yang tidak mengizinkan mereka tampil di Liga Europa. Keputusan tersebut berakar dari kompleksitas kepemilikan yang melibatkan pemilik John Textor dan klub Lyon, yang menimbulkan konflik kepentingan.

Akibatnya, Palace terpaksa turun ke Conference League meskipun mereka finis di luar sepuluh besar pada musim lalu. Meskipun Textor telah mundur dari posisi kepemilikan, UEFA tetap menolak pengajuan klub.

Duel Kepemilikan yang Memicu Kontroversi

Crystal Palace harus menghadapi kenyataan pahit setelah dicoret dari Liga Europa untuk musim mendatang. UEFA menyatakan bahwa dua klub yang dimiliki pemilik yang sama, dalam hal ini John Textor, tidak dapat bersaing dalam kompetisi yang sama.

Textor dikenal sebagai pemegang saham mayoritas di Crystal Palace sekaligus memiliki klub Lyon, yang juga berlaga di Liga Europa. Hal ini menyebabkan Palace harus rela terdegradasi ke Conference League meskipun performa mereka di Liga Premier Inggris cukup baik.

Konflik kepemilikan ini menjadi sorotan karena melibatkan dua tim yang dapat merugikan integritas kompetisi. Aturan tersebut dirancang untuk memastikan bahwa tidak ada satu individu atau entitas yang memiliki kontrol berlebih atas beberapa tim dalam kompetisi yang sama.

Mencari Jalan Kembali ke Liga Europa

Kepala Klub Crystal Palace, Steve Parish, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan UEFA dalam sebuah wawancara. Ia menyatakan, “Kami masih berupaya (tampil di Liga Europa). Ada proses banding, jadi kami pergi ke CAS yang mana itu pengadilan arbitrase dan Anda tahu bahwa kami sangat berharap dari sini.”

Pihak klub beranggapan bahwa keputusan tersebut tidak adil dan menegaskan bahwa Textor sudah tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap tim. “Kami rasa ini bukan keputusan yang tepat dilihat dari sisi manapun. Kami pastikan John tidak punya pengaruh apapun ke klub. Kami punya bukti untuk itu,” tambah Parish.

Penting bagi klub untuk kembali menggenggam kesempatan bermain di Eropa, mengingat prestise dan manfaat finansial yang dimiliki oleh kompetisi tersebut. Kehilangan kesempatan ini memberi dampak signifikan bagi pengembangan tim dan fanbase.

Menghadapi Pamor Kompetisi Eropa

Keputusan UEFA tersebut mengakibatkan Crystal Palace kehilangan kesempatan berkompetisi di level Eropa. Posisi mereka kini digantikan oleh Nottingham Forest, yang finis ketujuh di Liga Premier Inggris.

Parish mengharapkan bahwa CAS dapat memberikan keputusan yang memuaskan dan mengembalikan hak Palace untuk berpartisipasi di Liga Europa. “Semoga saja kami mendapat jawaban yang memuaskan dari CAS,” tutupnya dengan harapan tinggi untuk masa depan klub.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU