Senin, 21 JULI 2025 • 11:18 WIB

Prabowo Sebut Gerakan ‘Indonesia Gelap’ Diduga Direkayasa Koruptor

Author

santaitalks.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan koruptor di balik gerakan demonstrasi bertema ‘Indonesia Gelap’. Ia menyebut gerakan tersebut merupakan upaya rekayasa untuk menimbulkan pesimisme di kalangan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (20/7/2025), di mana ia menilai ada pihak yang ingin mempertahankan suasana gaduh di Indonesia dengan memanfaatkan uang dan teknologi.

Pernyataan Prabowo Tentang Demonstrasi

Prabowo menegaskan, “Rakyat Indonesia menangkap siapa pemimpin yang benar dan siapa yang tidak benar. Memang ada usaha tadi, memiliki teknologi, menggunakan uang, menggunakan sosmed, membayar pakar-pakar, nyinyir, menghidupkan pesimisme.”

Ia menyampaikan pendapatnya dengan tegas, “Indonesia gelap, kabur aja deh. Kabur aja lu. Emang gampang lu di situ, di luar negeri? Di mana lu? Lu dikejar-kejar di situ lu.”

Rekayasa di Balik Gerakan

Dalam pandangannya, Prabowo menggambarkan gerakan demonstrasi tersebut tidak alami. Ia mengungkapkan, “Dan ternyata memang ini adalah rekayasa. Ini dibuat-buat. Ini dibayar. Oleh siapa? oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin.”

Prabowo juga menyoroti bahwa situasi tersebut menguntungkan segelintir orang, yang ia sebut sebagai koruptor, yang berusaha untuk mengacaukan keadaan dan menjaga ketidakstabilan tetap ada.

Optimisme Prabowo untuk Masa Depan Indonesia

Meski menyampaikan kritik, Prabowo menunjukkan optimisme bahwa Indonesia tidak berada dalam keadaan gelap. Ia berujar, “Ya, koruptor-koruptor itu yang membiayai demo-demo itu. Indonesia gelap, Indonesia gelap. Sorry ye, Indonesia cerah.”

Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa masa depan Indonesia yang cerah dipenuhi potensi kekayaan besar yang harus dikelola dengan baik, “Saya sudah lihat angka-angkanya, kekayaan kita luar biasa, tinggal kita bisa mengelola atau tidak, tinggal kita berani atau tidak.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU