Minggu, 27 JULI 2025 • 15:08 WIB

Guru Sekolah Rakyat Mundur, Kementerian Sosial Siapkan Pengganti

Author

santaitalks.com – Sebanyak 160 guru yang dijadwalkan mengajar di Sekolah Rakyat resmi mengundurkan diri. Keputusan ini diungkapkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, terkait lokasi penempatan yang jauh dari domisili mereka.

Persiapan Pengganti Guru

Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan bahwa pihak kementerian telah menyiapkan pengganti bagi guru-guru yang mengundurkan diri. Ia memastikan bahwa para pengganti ini tidak hanya telah menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG), tetapi juga akan melewati proses seleksi lebih lanjut.

‘Insyaallah sudah disiapkan penggantinya,’ ungkap Gus Ipul, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.

Dengan langkah ini, diharapkan proses belajar mengajar dapat terus berjalan meskipun ada perubahan dalam tenaga pendidik.

Kondisi Siswa di Sekolah Rakyat

Dalam tinjauannya, Gus Ipul menemukan bahwa secara umum para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat. Namun, ia juga menerima laporan tentang beberapa siswa yang mengalami rasa rindu rumah.

‘Ya secara umum ada juga ini yang sakit, ini 1-2. Ada yang mungkin rindu rumah. Adalah yang seperti itu,’ kata Gus Ipul saat kunjungan di Yogyakarta.

Pengelola Sekolah Rakyat diharapkan memperhatikan kebutuhan emosional siswa agar proses belajar tidak terganggu.

Fasilitas dan Kurikulum Sekolah Rakyat

Saat ini, terdapat 100 Sekolah Rakyat yang telah dibangun di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 9.700 siswa terdaftar. Gus Ipul menyatakan bahwa mayoritas siswa menunjukkan kemauan yang baik untuk belajar, meskipun ada beberapa kendala yang ditemui.

‘Mereka bersedia mengikuti pembelajaran di sini dan antusias itu yang kita catat ya dan hampir di semua tempat seperti itu. Laporan rata-rata apakah ada masalah, ya kadang-kadang masih ada masalah tapi secara umum udah cukup bagus,’ ungkapnya.

Di sisi lain, Gus Ipul juga mencatat masalah fasilitas seperti pemadaman listrik dan kekurangan air. ‘Ada juga masalah kurang air, kadang listriknya putus, ini bisa kita atasi semua. Secara umum alhamdulillah semua bisa berjalan,’ jelasnya.

Sekolah Rakyat mengadopsi kurikulum berbasis tailor made yang dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa dan dinamika sosial di sekitarnya, diharapkan dapat memberikan pendidikan yang lebih relevan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU