Selasa, 29 JULI 2025 • 03:31 WIB

Malam-Malam Scroll Media Sosial: Apa yang Memicu Kebiasaan Ini?

Author

santaitalks.com – Banyak dari kita pasti menyadari kebiasaan scroll media sosial atau melihat berita di ponsel hingga larut malam, bahkan hingga jam 2 pagi. Psikolog menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku ini, mulai dari rasa penasaran hingga dampak dari penggunaan media sosial itu sendiri.

Faktor Rasa Penasaran dan Ketidakpastian

Salah satu alasan utama mengapa kita cenderung scroll di tengah malam adalah rasa penasaran yang alami. Ketika melihat notifikasi atau postingan yang menarik, dorongan untuk mengetahui lebih lanjut menjadi sangat kuat.

Ketidakpastian mengenai konten yang akan kita temui juga berperan besar. Aktivitas ini mirip dengan bermain kartu, di mana setiap scroll bisa jadi membawa kejutan.

Para ahli menyebutkan bahwa ketidakpastian ini dapat merangsang sistem reward di otak kita, membuat kita merasa senang setiap kali menemukan informasi baru.

Dampak Media Sosial dan Teknologi

Media sosial dirancang untuk menarik perhatian kita, dengan algoritma yang mempelajari kebiasaan pengguna dan menyajikan konten yang sesuai. Hal ini membuat pengalaman scrolling menjadi semakin adiktif, terutama saat malam hari ketika kita mencari hiburan.

Kondisi fisik juga berkontribusi pada kebiasaan ini. Ketika malam tiba, lingkungan yang tenang dan minim gangguan sering kali membuat kita lebih mudah teralihkan kepada ponsel.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas tidur. Namun, banyak yang masih melanjutkan untuk scrolling karena sulit untuk berhenti.

Pengaruh Emosional dan Sosial

Aspek emosional juga sangat memengaruhi, seperti perasaan kesepian atau stres. Scrolling bisa menjadi pelarian untuk mengalihkan pikiran dari masalah sehari-hari.

Dalam konteks sosial, melihat postingan teman atau keluarga dapat memicu perasaan keterhubungan. Hal ini terutama penting saat kita merasa terisolasi, dan membuat kita lebih betah menghabiskan waktu untuk melihat ke aktifitas orang lain.

Dari sudut pandang psikologis, scrolling di media sosial menjadi cara bagi individu untuk memberi arti pada kehidupan sehari-hari mereka melalui interaksi virtual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU