Kamis, 31 JULI 2025 • 06:39 WIB

Bumi Catat Hari Terpendek Kedua dalam Sejarah: Apa Penyebabnya?

Author

Generated by Journalist AI

santaitalks.com – Pada 22 Juli 2025, Bumi mencatatkan kecepatan rotasi yang sangat cepat, menjadikan hari tersebut sebagai hari terpendek kedua dalam sejarah dengan hanya 1,34 milidetik lebih singkat dari 24 jam.

Fenomena unik ini menciptakan perhatian di kalangan ilmuwan, meski dampaknya tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan Kecepatan Rotasi Bumi

Sejak pencatatan rotasi dimulai pada tahun 1973, Bumi telah mengalami variasi dalam kecepatan rotasinya, yang berarti panjang hari tidak selalu tetap.

Pada awal waktu di Bumi, diperkirakan satu hari hanya berlangsung kurang dari 24 jam, bahkan sekitar 19 jam, yang menunjukkan betapa dinamikanya Bumi ini.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan ini terkait dengan pengaruh atmosfer dari Matahari dan pasang surut Bulan yang berinteraksi satu sama lain.

Anehnya, meskipun ada tanda-tanda perubahan ini, pengaruhnya dalam kehidupan kita sehari-hari tidak terasa secara langsung.

Hari Terpendek dalam Sejarah

Dari data terbaru, Hari terpendek yang tercatat sebelum 22 Juli adalah 10 Juli, dengan durasi 1,36 milidetik kurang dari 24 jam.

Pertumbuhan kecepatan rotasi Bumi tampaknya berlanjut dengan prediksi bahwa 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus juga bisa menjadi hari-hari terpendek tahun ini.

Kekhawatiran muncul jika fenomena ini terus berlanjut, karena dapat menyebabkan pengurangan satu detik dari jam atom, yang belum pernah dilakukan sebelum-sebelumnya.

Dengan perubahan yang diukur dalam milidetik ini, tampaknya memang ada konsekuensi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang waktu dan rotasi planet.

Penyebab Percepatan dan Ramalan Masa Depan

Sebelum pencatatan terbaru, rekor hari terpendek adalah 1,05 milidetik kurang dari 24 jam, yang menunjukkan bahwa intensitas perubahan kecepatan rotasi sangat signifikan.

Peneliti Leonid Zotov dari Universitas Negeri Moskow menyatakan bahwa penyebab pasti percepatan ini masih menjadi misteri.

“Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa percepatan ini disebabkan oleh sesuatu di dalam Bumi. Model samudra dan atmosfer tidak dapat menjelaskan percepatan sebesar ini,” ungkapnya.

Ia memprediksi bahwa rotasi Bumi bisa kembali melambat ke kecepatan normal di masa mendatang, menunjukkan bahwa percepatan ini mungkin hanya fenomena sementara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags bumi
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU