Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 02:11 WIB

Peningkatan Kasus Chikungunya Terkait Perjalanan di Inggris

Author

santaitalks.com – Otoritas kesehatan di Inggris baru-baru ini memperingatkan adanya peningkatan signifikan pada kasus Chikungunya yang terkait dengan perjalanan. Jumlah pelancong yang terjangkit penyakit ini melonjak sebesar 170,37 persen dibandingkan tahun lalu.

Data dan Tren Peningkatan Kasus Chikungunya

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat terdapat 73 kasus Chikungunya dalam enam bulan pertama tahun 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 27 kasus pada periode yang sama di tahun 2024.

Laporan dari UKHSA mengungkapkan peningkatan infeksi Chikungunya, yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh nyamuk. Selain itu, terdapat tiga kasus virus Oropouche, yang merupakan yang pertama kalinya terdeteksi di Inggris.

Gejala dan Dampak Chikungunya

Chikungunya biasanya ditandai dengan demam mendadak dan nyeri sendi yang bisa sangat parah. Meskipun banyak orang sembuh sepenuhnya dalam waktu satu hingga dua minggu, nyeri sendi bisa bertahan berbulan-bulan atau lebih.

Mayoritas kasus yang tercatat berasal dari perjalanan ke Sri Lanka, India, dan Mauritius, yang menunjukkan adanya wabah lokal di negara-negara tersebut.

Saran Pencegahan dari UKHSA

Philip Veal, konsultan kesehatan masyarakat di UKHSA, memperingatkan bahwa Chikungunya merupakan penyakit yang perlu diwaspadai pelancong. Ia juga menyoroti pentingnya tindakan pencegahan untuk menghindari gigitan nyamuk, khususnya di daerah terpapar.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan meliputi penggunaan obat nyamuk, menutupi kulit saat berada di luar ruangan, dan tidur di bawah kelambu yang diobati dengan insektisida. Tindakan sederhana ini dapat mengurangi risiko terjangkit penyakit secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU