Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 08:20 WIB

Penemuan Baru PFAS di Lemak Paus Pembunuh: Apa Dampaknya?

Author

santaitalks.com – Tim ilmuwan dari Universitas Stockholm dan Museum Sejarah Alam Swedia menemukan kelas baru PFAS di lemak paus pembunuh. Penemuan ini menyingkap lima senyawa fluorotelomer sulfone yang belum pernah dilaporkan di dunia satwa liar sebelumnya.

Identifikasi Senyawa PFAS Baru

Penelitian kolaboratif yang dilakukan di Greenland dan Kanada menunjukkan adanya akumulasi senyawa PFAS baru di jaringan lemak. Jenis PFAS netral ini ternyata berinteraksi dengan lemak netral, seperti blubber yang dimiliki paus pembunuh.

Dengan menggunakan teknik mass spectrometry yang canggih, para ilmuwan menganalisis sampel jaringan paus dari Greenland dan Swedia. Hasilnya menunjukkan bahwa total zat fluor dalam lemak paus pembunuh mencapai 75%, sedangkan tidak terdeteksi di hati, menyiratkan bahwa senyawa ini cenderung berkumpul di jaringan lemak.

Dampak terhadap Ekosistem dan Kesehatan

Penemuan ini mengindikasikan bahwa beban PFAS pada mamalia laut mungkin telah diremehkan sebelumnya. Mengingat bahwa blubber bisa menyumbang setengah dari massa tubuh mamalia laut, ini menunjukkan pentingnya pemantauan PFAS larut lemak.

Penulis studi menekankan perlunya pemantauan yang lebih komprehensif terhadap PFAS di ekosistem Arktik. Tujuan utamanya adalah untuk memahami sepenuhnya paparan bahan kimia berbahaya ini yang berpotensi besar berpengaruh pada kesehatan manusia, khususnya bagi komunitas yang bergantung pada konsumsi mamalia laut.

Kekhawatiran yang Muncul

Penemuan ini juga menciptakan kekhawatiran mengenai dampak PFAS yang lebih luas dari yang selama ini diasumsikan. Dengan adanya senyawa baru yang terakumulasi di jaringan lemak, hal ini berpotensi mempengaruhi rantai makanan laut dan pada akhirnya kesehatan manusia.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran mengenai dampak polusi bahan kimia, studi ini diharapkan dapat memicu tindakan yang lebih agresif dalam mengurangi serta memantau bahan berbahaya di lingkungan, terutama di daerah sensitif seperti Arktik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU