Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Jumlah Korban Meninggal Meningkat
Insiden di Stasiun Bekasi Timur mencatat tragedi baru dengan total 14 orang meninggal dunia akibat kecelakaan kereta yang terjadi baru-baru ini. Sementara itu, sebanyak 84 orang lainnya mengalami luka-luka dan sedang mendapat perawatan medis.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa proses evakuasi dan penanganan bagi para korban terus dilakukan, dan seluruh biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
Kecelakaan tragis ini terjadi pada malam hari tanggal 27 April 2026, ketika kereta Commuter Line bertabrakan dengan kereta jarak jauh. Akibat insiden ini, pihak KAI melaporkan bahwa semua korban yang meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lanjutan.
Dari 84 orang yang mengalami luka-luka, mereka kini mendapatkan perawatan medis di beberapa rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Mitra Keluarga. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati, mengingat kebutuhan penanganan khusus bagi beberapa korban.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
PT KAI mengungkapkan duka cita yang mendalam kepada semua pihak yang terdampak, khususnya keluarga korban. Bobby Rasyidin memastikan bahwa semua biaya perawatan bagi korban luka dan biaya pemakaman bagi yang meninggal sepenuhnya ditanggung oleh asuransi yang disediakan oleh KAI.
KAI juga memastikan keamanan barang-barang penumpang yang tertinggal di lokasi kejadian, yang kini dibawa dengan aman ke layanan 'lost and found' bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.
Untuk membantu keluarga yang mencari informasi tentang korban, KAI telah mendirikan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga korban dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121 untuk memperoleh informasi terkini.
Meskipun jalur kereta api tetap buka, pelayanan di Stasiun Bekasi Timur untuk penumpang dihentikan sebagai langkah keamanan. Kementerian Perhubungan, melalui Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, juga menegaskan bahwa penanganan insiden ini akan dilakukan secara intensif dengan pembaruan informasi secara berkala.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: