Kelangkaan Minyakita: Dampak Program Bantuan Pangan Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kelangkaan minyak goreng rakyat Minyakita terkait dengan program bantuan pangan pemerintah.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Stok minyak goreng yang terserap banyak menyebabkan harga melambung tajam di pasar.
Zulhas menjelaskan bahwa dalam program bantuan pangan, terdapat alokasi minyak goreng serta beras yang diberikan kepada masyarakat. Total penerima bantuan mencapai 33 juta, dengan komposisi dua liter minyak per orang setiap bulan.
Kondisi ini membuat stok minyak goreng di pasar semakin menipis, sehingga harga melonjak. "Kemarin dan bulan ini kita ada bantuan pangan 33 juta bantuan pangan, kali 2 liter, kali 2 bulan. Nah, pakai minyak kita. Itu tuh kesedot sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga menjadi naik," kata Zulhas.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Zulhas menegaskan pentingnya intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng. Ia menyatakan bahwa program bantuan pangan akan disesuaikan agar tidak lagi menggunakan Minyakita.
"Ini cepat supply-nya kita tambah dan nanti Bulog kalau ada bantuan pangan, boleh pakai merek apa saja, kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama," ungkap Zulhas.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah mendorong Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk bekerja sama dengan produsen swasta. Kerjasama ini bertujuan untuk menyediakan minyak goreng setara Minyakita baik dari segi harga maupun kualitas.
"Ada tambahan, sehingga tidak mengganggu minyak kita yang ada di pasar-pasar tradisional itu. Jadi udah ketemu sebabnya kenapa naik, karena ada bantuan pangan 33 juta kali 2 bulan, kali 2 liter," tambahnya.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: