Pembicaraan Damai AS-Iran Berlanjut di Pakistan Setelah Negosiasi Batal
Upaya negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pekan ini dipastikan batal.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Namun, kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan pada pekan depan di Pakistan.
Gedung Putih menunjukkan sikap optimis terkait kesepakatan damai di masa mendatang meskipun rencana awal batal.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan dalam konferensi pers, 'Diskusi sedang berlangsung dan kami merasa optimistis terhadap prospek kesepakatan.'
Leavitt juga menambahkan bahwa pertemuan tatap muka berikutnya 'sangat mungkin' diadakan di Islamabad, yang sebelumnya telah menjadi lokasi perundingan.
Ia menjelaskan bahwa Pakistan memainkan peran sebagai satu-satunya mediator dalam proses ini.
Sementara itu, ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital energi dunia, terus meningkat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Lalu lintas kapal tanker minyak dilaporkan mengalami pelambatan yang signifikan setelah Iran mengancam kapal yang melintas, di sisi lain AS memberlakukan blokade di beberapa pelabuhan Iran.
Presiden AS, Donald Trump, pernah menegaskan bahwa keberlanjutan gencatan senjata tergantung pada pembukaan penuh Selat Hormuz.
Ia mengeluhkan minimnya aktivitas di jalur tersebut sebelum mengumumkan kebijakan blokade yang diambil.
Karoline Leavitt juga membantah kabar bahwa AS telah meminta perpanjangan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir Selasa depan.
Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada kesepakatan resmi mengenai perpanjangan gencatan senjata tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: