BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 02 APRIL 2026 • 15:27 WIB

Film 'Songko': Mengangkat Legenda Minahasa ke Layar Lebar

Film Songko : Mengangkat Legenda Minahasa ke Layar LebarFilm 'Songko': Mengangkat Legenda Minahasa ke Layar Lebar

Industri film Indonesia kembali menghadirkan inovasi dengan hadirnya film horor berjudul 'Songko' dari rumah produksi Santara. Film ini siap tayang di bioskop mulai 23 April 2026 dan terinspirasi dari legenda lokal Sulawesi Utara.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Dengan menggambarkan kisah mencekam dari desa-desa di Minahasa dan Tomohon, film ini menyuguhkan nuansa yang mendalam dan autentik tentang budaya setempat.

Menggali Cerita dan Inspirasi Dibalik 'Songko'

'Songko' diambil dari kisah yang berkembang di masyarakat Minahasa, sebuah legenda yang memiliki makna mendalam bagi penggemar budaya lokal. Sutradara Gerald Mamahit menekankan, "Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa," yang menunjukkan pentingnya akses ke cerita regional.

Dengan rekam jejak sebagai penulis skenario di film horor, Gerald berambisi untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia Timur melalui visual yang mendalam. Melalui film ini, dia berusaha menggali potensi cerita lokal yang jarang terangkat di layar lebar.

Rumah produksi Santara memiliki visi untuk membawa cerita-cerita daerah ke audiens yang lebih luas. Dengan menggandeng talenta lokal, mereka berupaya menjaga keaslian dan menjadikan film ini sebagai representasi autentik dari kultur setempat.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Resonansi Legenda di Hati Pemain

Film ini menampilkan talenta-talenta berbakat seperti Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak. Setiap aktor merasakan dampak emosional dari cerita yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Khiva Iskak menyoroti daya tarik film ini, menyatakan, "Yang membuat film ini menarik adalah karena kisahnya berasal dari legenda yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat," menegaskan kekuatan narasi yang dihadirkan.

Annette Edoarda juga menambahkan, "Songko bukan hanya film horor biasa. Ceritanya tentang ketakutan, tuduhan, dan bagaimana sebuah desa bisa terpecah karena teror yang tidak mereka pahami," menggarisbawahi kedalaman tema yang diangkat.

Infrastruktur Kreatif di Tomohon

Santara berkomitmen terhadap hyperlocal storytelling dengan membangun area set di kaki Gunung Lokon, menjadi lebih dari sekadar lokasi syuting. Infrastruktur ini berfungsi sebagai ruang kreasi yang berkelanjutan bagi para talenta lokal.

Proyek ini melibatkan cast dan crew dari daerah Minahasa, Manado, dan Tomohon, menciptakan ekosistem perfilman yang berkelanjutan. Langkah ini bertujuan memberikan kesempatan bagi talenta lokal untuk terlibat secara langsung dalam proses produksi.

Berlatar pada tahun 1986, film ini menggambarkan sebuah desa di Tomohon yang terdesak oleh teror. Warga setempat meyakini bahwa kematian seorang perempuan muda disebabkan oleh Songko, makhluk mitologi yang diyakini mengincar darah suci demi kehidupan abadi.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Film 'Songko': Mengangkat Legenda Minahasa ke Layar Lebar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!