Update Terbaru Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberikan informasi terkini mengenai kapal kargo minyak perusahaan yang beroperasi di Selat Hormuz.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Dari total empat kapal yang terdaftar, dua kapal telah melanjutkan operasinya, sementara dua lainnya masih berada di lokasi yang penuh tantangan tersebut.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor BPH Migas, Simon mencatat bahwa dua kapal, Pertamina Pride dan Gamsunuro, masih tetap berada di Selat Hormuz.
Keselamatan kru menjadi perhatian utama, di mana perusahaan berupaya memastikan bahwa situasi di lokasi tersebut membaik.
"Kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana semakin baik. Sehingga kargo-kargo kita bisa kemudian beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik," jelas Simon.
Pertamina saat ini juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan berbagai pihak lain untuk memastikan situasi yang aman di wilayah tersebut.
Simon menambahkan bahwa Pertamina mengimplementasikan strategi diversifikasi untuk pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
"Ada juga dari Afrika, ada dari Amerika dan berbagai tempat lainnya. Jadi kita tentunya terus dengan bantuan dukungan dari pemerintah, dengan bantuan dari berbagai pihak, kita tetap lakukan yang terbaik agar supaya pelayanan energi untuk masyarakat bisa berlangsung dengan lancar dan aman," tandasnya.
Tujuan dari strategi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan minyak dari Timur Tengah.
Dengan demikian, diharapkan Pertamina dapat meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat situasi yang tidak menentu.
Kondisi di Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap pengiriman kargo dan stabilitas pasokan energi di seluruh dunia.
Ketegangan geopolitik di kawasan ini mendorong perusahaan energi untuk meningkatkan perhatian terhadap keamanan dan keselamatan operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: