Peringatan Mengenai Potensi Serangan Nuklir Israel terhadap Iran
Mantan pejabat Angkatan Darat Amerika Serikat, Lawrence Wilkerson, menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memiliki potensi untuk menggunakan bom nuklir dalam menghadapi Iran.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Dalam wawancara dengan media AS, Wilkerson membahas frustrasi yang mungkin mendorong tindakan ekstrem tersebut, mengingat kompleksitas konfrontasi di kawasan.
Dalam wawancara dengan Democracy Now, Wilkerson, yang juga mantan Kepala Staf Menteri Luar Negeri Colin Powell, menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan ragu untuk menggunakan senjata nuklir jika usahanya untuk menekan Iran gagal.
Wilkerson menekankan bahwa situasi saat ini menunjukkan bahwa ketahanan Iran dapat memperburuk kondisi di wilayah tersebut. Ia berargumen, "Satu-satunya orang yang tepat menginterpretasikannya adalah Bibi Netanyahu."
Ia lebih lanjut menyinggung bahwa Netanyahu siap menggunakan senjata nuklir jika situasinya memburuk, dengan menekankan bahwa Iran belum menggunakan rudal-rudal tercanggih mereka.
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Wilkerson juga menyoroti bahwa AS dan Israel telah melakukan serangan yang dianggap 'kejahatan perang' terhadap Iran, dengan klaim, "Kita telah mengebom sipil tanpa henti. Kita mengebom sekolah dan kita mengebom rumah sakit."
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah bersumpah untuk melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Israel menggunakan rudal berkekuatan besar. Komandan IRGC, Hossein Majid, menyatakan bahwa Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
Majid menegaskan kesiapan untuk meluncurkan semua jenis rudal yang memiliki kemampuan muatan minimum satu ton, untuk menyerang Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Wilkerson mengomentari bagaimana media-media Barat sering mengecilkan skala kehancuran yang dialami Israel akibat serangan Iran, serta kemampuan Iran untuk bertahan meskipun dalam tekanan yang signifikan.
Ia menyebutkan sejumlah rudal balistik diluncurkan oleh IRGC, termasuk yang bersifat hipersonik dan dianggap memiliki daya ledak tinggi, seperti Ghadr, Emad, dan Fattah.
IRGC bahkan mengklaim telah menggunakan rudal Kheibar dalam serangan terbaru mereka, yang menunjukkan peningkatan kapasitas serangan Iran dan harus mendapatkan perhatian serius dari negara-negara di sekitarnya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: