BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras yang Mengguyur Jakarta dan Banten
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadinya hujan lebat di Jakarta dan Banten yang berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Curah hujan yang signifikan tercatat dalam periode 6 hingga 9 Maret 2026.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Di Banten, curah hujan harian mencapai 141.8 mm, sedangkan Jakarta Timur mencatat 123.4 mm. Hujan ini diperkirakan disebabkan oleh penguatan Monsun Asia yang memengaruhi kondisi cuaca di wilayah tersebut.
Selama periode dari 6 hingga 9 Maret 2026, BMKG mencatat curah hujan yang sangat tinggi di berbagai daerah Indonesia. Wilayah Banten menjadi pemimpin dengan curah hujan harian mencapai 141,8 mm, diikuti oleh Jakarta Timur dengan 123,4 mm.
Hujan lebat ini tidak hanya terjadi di dua wilayah tersebut; daerah lain seperti Sulawesi Selatan mengalami 84,4 mm/hari dan Bengkulu 82,9 mm/hari. Fenomena curah hujan ekstrem ini menciptakan risiko banjir, terutama di Jakarta dan Banten.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dalam laporan, banjir parah dilaporkan terjadi di Kabupaten Tangerang dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 40 desa terendam di 15 kecamatan. Ketinggian air di lokasi bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan, 'Banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).' Kota Tangerang juga mengalami dampak serupa di sejumlah kecamatannya.
BMKG mengungkapkan bahwa tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia disebabkan oleh penguatan Monsun Asia. Aliran angin dari Laut Cina Selatan menuju Jawa telah membawa kelembapan yang cukup signifikan di daerah tersebut.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi pada fenomena cuaca ini dengan meningkatkan anomali angin baratan yang mendukung pembentukan awan hujan. Situasi atmosfer yang labil bersamaan dengan kelembapan tinggi di wilayah barat Jawa semakin memperbesar potensi terjadinya hujan lebat.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: