Tindakan Darurat Pasca Longsor di Bantargebang: Pengiriman Sampah Dibatasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mengumumkan langkah signifikan berupa pembatasan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang setelah insiden longsor baru-baru ini.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Langkah ini diambil untuk merombak skema pembuangan sampah di Jakarta, ingat kapasitas pengolahan yang semakin menipis.
Insiden longsor yang menghantam TPST Bantargebang dipicu oleh hujan ekstrem pada tanggal 8 Maret 2026. Material sampah ambruk dan menutup jalur operasional, menciptakan masalah serius bagi pengelolaan sampah di Jakarta.
Pramono menyampaikan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 14.30, yang berdampak pada tertutupnya jalan operasional serta Sungai Ciketing sepanjang 40 meter. Kejadian ini mengakibatkan empat korban jiwa, termasuk dua sopir dan seorang pemulung.
Seorang perempuan berusia 60 tahun yang tengah berjualan juga menjadi salah satu korban. Skala bencana ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur terkait pembuangan sampah di Jakarta.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengaktifkan operasi tanggap darurat. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan petugas dan penanganan korban dengan secepatnya.
Pramono menekankan bahwa keselamatan petugas adalah prioritas utama. Pemulihan jalur operasional yang terhambat oleh longsor harus segera dilakukan untuk mencegah gangguan lebih lanjut dalam pengolahan sampah.
Seluruh kekuatan lintas instansi telah dikerahkan guna menangani masalah ini. Kerja sama ini penting untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sebagai langkah awal mitigasi, Pramono menyatakan bahwa pengiriman sampah ke Bantargebang akan dibatasi. Operasional pengolahan sampah sementara akan dialihkan ke Zona 3.
Selain itu, Pramono juga menyebutkan rencana untuk memperkenalkan dua titik baru untuk pengolahan sampah. Langkah ini diharapkan dapat membantu, sambil menunggu zonasi baru selesai.
Gubernur juga berkomitmen untuk menjalankan instruksi pemerintah pusat mengenai proses pemilahan sampah yang lebih ketat sebelum menuju tempat pembuangan akhir.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: