Penemuan Tragis: WNA Ukraina Diduga Tewas Tiga Hari Sebelum Ditemukan di Bali
Polisi Bali mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina berinisial IK diduga tewas tiga hari sebelum jenazahnya ditemukan. Potongan tubuhnya ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar pada 26 Februari 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Aria Sandy menyatakan bahwa kondisi jenazah menunjukkan pembusukan, menandakan kematian lebih dari tiga hari sebelumnya.
Penemuan potongan tubuh IK terjadi setelah beredarnya video di media sosial pada 22 Februari 2026, yang menunjukkan korban dalam keadaan babak belur. Dalam video tersebut, IK terlihat merintih kesakitan meminta agar keluarganya mengembalikan uang yang dicuri oleh pelaku.
Kejadian penculikan pertama kali dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan pada 15 Februari 2026. Kombes Aria Sandy menilai peristiwa ini sangat mengkhawatirkan, menegaskan bahwa mereka belum menerima keterangan resmi dari pihak yang dihubungkan dengan korban.
Setelah penemuan potongan tubuh, pihak kepolisian melaksanakan identifikasi dengan menggunakan laboratorium forensik. Ini melibatkan pencocokan sampel DNA korba dengan DNA ibu korban, yang akhirnya mengkonfirmasi identitas IK.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Polisi menetapkan enam orang WNA sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan inisial RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Dari jumlah tersebut, empat tersangka telah diterbitkan red notice oleh Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri karena diduga melarikan diri ke luar negeri.
Sementara itu, dua tersangka lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan terdeteksi masih berada di Indonesia. Kombes Sandy menyatakan bahwa upaya pengumpulan bukti terus dilakukan untuk mengungkap semua fakta di lapangan.
Pihak kepolisian juga sedang menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan para tersangka dengan jaringan mafia internasional, menandakan betapa kompleksnya kasus ini.
Setelah insiden ini mencuat, respons publik sangat besar, terutama di media sosial, di mana banyak yang menyuarakan keprihatinan terhadap keselamatan warga asing di Bali. Bali, yang dikenal sebagai destinasi wisata yang aman, kini menghadapi sorotan lebih.
Kombes Sandy menegaskan komitmen kepolisian untuk mengungkap motif di balik penculikan dan mutilasi tersebut. "Kita masih fokus melacak keberadaan enam tersangka agar motif kasus ini bisa terungkap secara terang benderang," ujarnya.
Polisi bertekad untuk melindungi turis dan mencegah kejadian serupa di masa depan, serta berjanji akan memberikan kejelasan kepada keluarga korban mengenai kematian anak mereka.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: