Kehidupan di Bawah Ancaman: Tel Aviv Terpapar Serangan Rudal Iran
Gelombang ledakan melanda Tel Aviv setelah serangan rudal terbaru dari Iran, menambah ketegangan di kawasan tersebut. Insiden ini terjadi dalam konteks operasi militer Israel terhadap Hizbullah, yang terlibat setelah pembunuhan pemimpin Iran.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Pada malam yang penuh ketegangan, tim militer Israel berusaha mencegat serangan tersebut. Namun, laporan media Iran menyebutkan bahwa rudal telah diluncurkan dengan tepat ke pusat kota, menyebabkan dampak yang signifikan.
Berdasarkan laporan dari AFP, ledakan yang mengguncang Tel Aviv berlangsung saat malam hari. Militer Israel sedang berupaya mencegat tembakan rudal yang datang dari Iran.
Stasiun televisi milik negara Iran menyatakan bahwa serangan tersebut memiliki tujuan yang jelas, yakni 'sasaran di jantung Tel Aviv'. Laporan lebih lanjut menyebutkan bahwa dua gelombang ledakan terdengar di seluruh kota pasca serangan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Tim layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan kunjungan ke beberapa lokasi yang terdampak serangan. Meskipun tidak ada korban jiwa yang terkonfirmasi, situasi tetap mengkhawatirkan.
Polisi Israel mengonfirmasi adanya 'kerusakan' akibat serangan tersebut. Terutama, sebuah proyektil dilaporkan mengenai bangunan di pinggiran Tel Aviv, yang memaksakan warga untuk mengungsi.
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan serangan roket lebih lanjut kepada komunitas dekat perbatasan Lebanon. Ini menunjukkan bahwa situasi tetap tidak stabil.
Petugas pemadam kebakaran terlibat dalam upaya memadamkan api yang muncul akibat puing-puing dari serangan. Meskipun beberapa roket berhasil dicegat, kondisi di lapangan tetap serius.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: