BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 14:28 WIB

Tindakan Diplomatik Indonesia di Tengah Ketegangan Iran dan Israel

Tindakan Diplomatik Indonesia di Tengah Ketegangan Iran dan IsraelTindakan Diplomatik Indonesia di Tengah Ketegangan Iran dan Israel

Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara-negara di kawasan Teluk mengenai krisis yang terjadi antara Iran dan Israel.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Upaya ini merupakan langkah Indonesia untuk mempertimbangkan perannya sebagai mediator di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata yang menimbulkan kekhawatiran regional.

Upaya Diplomasi di Tengah Krisis

Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Sugiono mengatakan bahwa hampir semua panggilan telepon penting untuk menjalin komunikasi telah dilakukan. 'Sudah, sudah telepon (negara-negara Teluk, red). (Semua, red) Sudah telepon,' ungkap Sugiono.

Negara-negara yang telah dihubungi oleh Presiden Prabowo meliputi Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Menurut Sugiono, komunikasi dengan Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi masih menunggu penjadwalan waktu pertemuan yang sesuai.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Sugiono juga menambahkan, 'Sudah telepon dan masih menunggu waktu MBS, belum bisa ketemu waktunya.' Meskipun demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut, mengingat sifatnya yang sensitif sebagai komunikasi antarkepala negara.

Kekhawatiran Keamanan di Kawasan Teluk

Eskalasi konflik antara Iran dan Israel telah menciptakan kekhawatiran di kalangan negara-negara Teluk yang terpengaruh oleh ketegangan ini. Potensi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan menjadi perhatian utama bagi banyak pemimpin regional.

Pertimbangan ini menjadi semakin mendesak mengingat hubungan yang kompleks antara Iran, Israel, dan kekuatan besar lainnya. Sugiono menegaskan pentingnya saluran komunikasi yang terbuka untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik lebih lanjut.

Peran Indonesia sebagai Mediator

Presiden Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat, menunjukkan komitmen aktif Indonesia dalam penyelesaian sengketa internasional. Sugiono menyatakan, 'Kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator, terutama jika kedua belah pihak, Iran dan Amerika Serikat, menyatakan keinginan untuk membuka ruang mediasi.'

Ini adalah langkah yang menunjukkan upaya Indonesia untuk menciptakan perdamaian di kawasan. Kebijakan luar negeri Indonesia berfokus pada diplomasi dan mediasi, berupaya menyelesaikan konflik dengan pendekatan yang damai.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tindakan Diplomatik Indonesia di Tengah Ketegangan Iran dan Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!