Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota suci Mashhad setelah ia gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pemakaman ini menarik perhatian internasional di tengah ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, dengan rencana upacara perpisahan besar yang akan digelar di Teheran.
Ali Khamenei, yang dikenal sebagai sosok penting dalam politik Iran, meninggal pada Sabtu (28/2) akibat serangan bersenjata.
Pemakaman akan berlangsung di dekat makam Imam Reza, di mana kota Mashhad memiliki makna spiritual bagi umat Syiah.
Menurut laporan dari Garda Revolusi, upacara perpisahan besar di Teheran direncanakan sebelum pemakaman dilaksanakan.
Pemerintah Iran masih belum memastikan tanggal pasti sehingga suasana ketidakpastian menyelimuti proses ini.
Pasca-kematian Khamenei, situasi keamanan di Iran semakin memprihatinkan, terutama dengan berita serangan lain yang mengguncang kota Qom.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Seorang pejabat mengindikasikan bahwa 'untuk alasan keamanan', pertemuan majelis keagamaan dapat ditunda hingga setelah pemakaman.
Kematian Khamenei memicu spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan posisinya, dengan pemerintahan sementara yang sedang berfungsi.
Dewan sementara diharapkan bertugas hingga Majelis Pakar, yang memiliki 88 anggota, memilih pemimpin baru.
Kematian Khamenei telah menarik perhatian internasional, dengan banyak negara mengamati situasi di Iran untuk implikasinya terhadap stabilitas di Timur Tengah.
Mashhad, sebagai kota suci bagi umat Syiah, kemungkinan akan menarik jutaan peziarah yang menunjukkan solidaritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: