BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 MARET 2026 • 18:43 WIB

Peringatan Dini: Jawa Timur Akan Menghadapi Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2026

Peringatan Dini: Jawa Timur Akan Menghadapi Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2026Peringatan Dini: Jawa Timur Akan Menghadapi Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Diperkirakan, gejolak cuaca ini akan berlangsung hingga 10 Maret 2026.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyerukan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan hujan es.

Peluang Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Timur

Menurut Taufiq Hermawan, saat ini Jawa Timur dalam fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi meningkatkan aktivitas cuaca ekstrem. Wilayah yang diprediksi paling terkena dampak termasuk Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, serta kota-kota seperti Surabaya dan Batu.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Kewaspadaan harus ditingkatkan, karena setiap perubahan cuaca yang mendadak berpotensi membawa risiko yang signifikan.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Peringatan terkait cuaca ekstrem ini tidak tanpa alasan. Taufiq menjelaskan bahwa fenomena atmosfer yang kompleks, termasuk gelombang atmosfer, memainkan peranan penting dalam perkembangan cuaca di wilayah tersebut.

Salah satu penyebabnya adalah gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan konvergensi angin, kedua hal ini berkontribusi pada pembentukan awan hujan masif. Suhu muka laut yang tinggi juga menjadi faktor signifikan yang mendorong peningkatan kejadian cuaca ekstrem.

Langkah Preventif bagi Masyarakat

BMKG Juanda menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi situasi ini dengan tetap memantau perubahan cuaca. Masyarakat di area rawan bencana dianjurkan untuk lebih berhati-hati dan siaga.

Terutama di daerah dengan topografi curam seperti perbukitan dan lereng gunung, di mana risiko tanah longsor dan banjir lebih tinggi. Kesiapsiagaan ini sangat krusial untuk mengurangi dampak negatif dari bencana cuaca yang mungkin terjadi.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peringatan Dini: Jawa Timur Akan Menghadapi Cuaca Ekstrem Hingga Maret 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!