Laporan Tewasnya Tokoh Penting Iran Mengguncang Stabilitas di Timur Tengah
Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran, dinyatakan meninggal dunia akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, menurut laporan dari media pemerintah Iran.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Insiden tragis ini juga mengakibatkan hilangnya nyawa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dalam peristiwa yang sama.
Media pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian Ahmadinejad, namun saluran Telegram Iran memposting sebuah pernyataan yang diduga berasal dari dirinya setelah berita kematiannya. Dalam pernyataan tersebut, ia mengecam agresi yang dilakukan oleh AS dan Israel, menimbulkan keraguan mengenai kondisi sebenarnya.
Informasi yang saling bertentangan ini sulit untuk diverifikasi secara independen karena pemadaman internet yang meluas di seluruh Iran. Sementara itu, media pemerintah tetap pada laporan awal tanpa memberikan klarifikasi tambahan tentang situasi tersebut.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Mahmoud Ahmadinejad lahir pada tahun 1956 di desa Aradan, Provinsi Semnan, sebelum pindah ke Teheran, di mana ia mulai membangun karier politiknya. Sebelum menjabat sebagai Presiden Iran, ia memiliki pengalaman sebagai gubernur Ardabil dan wali kota Teheran.
Setelah masa kepresidenannya berakhir pada tahun 2013, Ahmadinejad diangkat menjadi anggota Dewan Kebijaksanaan yang berperan sebagai lembaga penasihat dalam perselisihan antara parlemen dan Dewan Penjaga.
Serangan udara yang menargetkan Iran tidak berhenti setelah laporan kematian tokoh kunci tersebut. Teheran merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone menuju Israel serta negara-negara di Teluk.
Peningkatan ketegangan ini mencerminkan situasi yang semakin tidak menentu di kawasan, terutama mengingat kehilangan dua tokoh penting Iran dalam waktu dekat yang dapat memiliki dampak jauh lebih luas.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: