Krisis Meningkat di Selat Hormuz: Tiga Kapal Diserang, Satu Tenggelam di Tangan Iran
Ketegangan di Selat Hormuz semakin memanas, setelah serangan terhadap tiga kapal yang terjadi pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini mencerminkan eskalasi terbaru dalam konflik antara Iran dan aliansi AS-Israel.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Satu kapal dilaporkan terkena proyektil di lepas pantai Oman, sementara sebuah tanker tenggelam akibat tembakan dari otoritas Iran, menciptakan situasi yang semakin tidak stabil di kawasan tersebut.
Laporan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengungkapkan bahwa insiden serangan yang terjadi melibatkan sebuah kapal yang terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman. "Meskipun ruang mesin awalnya dilaporkan terbakar, kini dilaporkan bahwa api telah terkendali," ungkap UKMTO, sebagaimana dikutip oleh kantor berita AFP.
Selain itu, dua kapal lainnya juga terdampak, di mana salah satu kapal dilaporkan terkena proyektil lain yang memicu kebakaran. Namun, tim awak berhasil memadamkan api dengan cepat, memastikan keselamatan mereka.
UKMTO memastikan kondisi semua awak kapal dalam keadaan aman, menyatakan bahwa "semua awak kapal aman dan sehat," menambah harapan di tengah krisis yang berkepanjangan.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Sementara itu, stasiun televisi Pemerintah Iran melaporkan bahwa sebuah kapal tanker minyak tenggelam setelah ditembak saat melintasi Selat Hormuz. Pernyataan dari televisi pemerintah menyebutkan, "Nasib kapal tanker minyak yang melanggar aturan dan ditembak saat mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal adalah, kapal tersebut sekarang tenggelam."
Kanal berita tersebut juga menayangkan gambar asap hitam tebal mengepul dari kapal tanker yang terbakar, memperlihatkan dampak nyata dari ketegangan yang meningkat.
Insiden ini menambah tingkat kompleksitas dalam situasi yang sudah memanas di Selat Hormuz, jalur penting bagi transportasi energi global yang strategis.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat penting, dengan sekitar seperempat pasokan minyak global dan seperlima gas alam cair melewati kawasan ini. Ketegangan yang terjadi menyoroti betapa pentingnya stabilitas di Selat Hormuz untuk perdagangan energi di seluruh dunia.
Pada hari sebelumnya, Garda Revolusi Iran telah mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut, memperingatkan kondisi yang tidak aman akibat serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Setiap insiden di selat ini dapat memiliki dampak signifikan terhadap pasar energi, membuat situasi ini menjadi perhatian serius bagi negara-negara di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: