BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 13:38 WIB

Kolak: Warisan Kuliner yang Memikat Selama Ramadan

Author

Kolak: Warisan Kuliner yang Memikat Selama RamadanKolak: Warisan Kuliner yang Memikat Selama Ramadan

Kolak, hidangan manis berbahan dasar pisang, ubi, dan ketela, menjadi pilihan utama saat berbuka puasa selama bulan Ramadan di Indonesia. Makanan ini tidak hanya terkenal karena rasanya yang lezat, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Sejak kapan kolak menjadi makanan ikonik saat berbuka puasa? Sejarah panjang dan tradisi kaya yang mengelilingi kuliner ini menjadikan kolak sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadan.

Sejarah dan Asal Usul Kolak

Kolak memiliki akar sejarah yang dalam di tanah air, dengan berbagai versi yang menceritakan asal usulnya. Makanan ini dipercayai berasal dari tradisi masyarakat Jawa sejak zaman kerajaan, yang digunakan dalam berbagai upacara ritual.

Dalam literatur kuliner, kolak sering dihubungkan dengan pengaruh budaya Hindu dan Islam yang menginvasi Nusantara. Variasi resep dan penyajian kolak berkembang seiring dengan kedatangan para pedagang dan pelancong dari berbagai daerah.

Proses adaptasi kolak juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya di Indonesia. Kolak menunjukkan kemampuan untuk bertransformasi sesuai dengan selera dan tradisi masyarakat di berbagai tempat.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Kolak dalam Tradisi Berbuka Puasa

Sepanjang bulan Ramadan, kolak hampir selalu ada dalam setiap meja berbuka puasa di seluruh Indonesia. Keberadaannya menjadi simbol kebersamaan dan kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul.

Tradisi berbuka dengan kolak terus dipertahankan, bahkan semakin banyak variasi kolak yang diciptakan oleh rumah tangga. Variasi seperti kolak pisang, kolak ubi, dan kolak ketan masing-masing membawa ciri khas dari daerahnya yang menambah keragaman.

Hal ini menunjukkan bahwa kolak tidak hanya sekedar hidangan, tetapi juga bagian dari tradisi sosial yang memperkuat hubungan antar anggota keluarga.

Popularitas Kolak dalam Budaya Modern

Dalam menghadapi inovasi kuliner, kolak juga tidak luput dari modifikasi yang membuatnya semakin menarik bagi masyarakat. Munculnya kreasi baru seperti kolak durian dan kolak mini menambah daya tarik makanan ini.

Kolak kini tidak hanya dinikmati saat berbuka puasa, tetapi juga menjadi pilihan oleh-oleh yang dicari selama bulan Ramadan. Penjual kolak dapat ditemukan di berbagai sudut kota, mencerminkan popularitasnya yang semakin menanjak.

Dengan berbagai inovasi, kolak tetap mempertahankan identitasnya sebagai makanan tradisional yang kaya akan makna dan cita rasa.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kolak: Warisan Kuliner yang Memikat Selama Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!