Konflik Berdarah: Pakistan Umumkan Perang Terbuka terhadap Taliban di Afghanistan
Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan terus memburuk setelah serangan udara besar-besaran oleh militer Pakistan pada 27 Februari 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengungkapkan bahwa negara mereka telah memasuki fase 'perang terbuka' terhadap otoritas Taliban.
Serangan udara oleh militer Pakistan dimulai pada pukul 01.50 dini hari, dengan target utamanya adalah ibu kota Kabul. Selain itu, lokasi lain seperti provinsi Kandahar dan Paktia juga menjadi sasaran serangan, yang disertai reaksi dari pasukan anti-pesawat Afghanistan.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, melaporkan bahwa dalam operasi tersebut, 133 milisi Taliban berhasil dilumpuhkan. Ia menambahkan, 'Sembilan posisi Taliban telah direbut dan 27 lainnya dihancurkan, sementara serangan Pakistan masih terus berlanjut.'
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Sebagai bentuk respons, Taliban meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Pakistan di Kandahar dan Helmand. Menurut sumber militer Afghanistan, serangan tersebut menyebabkan 10 tentara Pakistan tewas.
Pihak Afghanistan menekankan tindakan mereka sebagai balasan atas serangan oleh Pakistan, yang sebelumnya mengklaim menewaskan 70 milisi Taliban. Namun, pemerintah Afghanistan menyatakan bahwa korban tersebut adalah warga sipil, menegaskan pentingnya faktual dalam konfrontasi yang berkepanjangan ini.
Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa langkah militer tersebut merupakan respon terhadap apa yang dianggap agresi Taliban, yang ia klaim telah berfungsi sebagai 'proksi' bagi India. Menurut Asif, 'Kami melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui jalur langsung maupun negara-negara sahabat.'
Situasi ini memberikan gambaran mencemaskan terhadap kehidupan warga sipil yang tetap terjebak dalam gelombang kekerasan. Pejabat Afghanistan menuding bahwa provokasi dari pihak Pakistan telah memperburuk situasi ini, menambahkan lapisan kompleksitas dalam konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: