Menjaga Kesehatan Selama Ramadan Melalui Asupan Serat yang Cukup
Selama bulan Ramadan, kebutuhan nutrisi mengalami perubahan signifikan sehingga penting untuk memperhatikan asupan gizi. Salah satu unsur yang sering diabaikan adalah serat, yang esensial untuk kesehatan pencernaan dan kesejahteraan secara umum.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Serat merupakan komponen dalam makanan yang tidak dapat dicerna, namun sangat menguntungkan bagi kesehatan. Fungsi utama serat adalah mendukung sistem pencernaan, mencegah sembelit, serta meningkatkan kesehatan saluran cerna.
Menurut studi, serat dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Selain itu, serat juga berperan dalam menstabilkan kadar gula darah dan mengontrol kolesterol, sehingga konsumsinya harus diperhatikan, terutama selama Ramadan.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Sumber serat yang baik bisa ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Berbagai jenis buah seperti apel, pir, dan pisang adalah pilihan yang tepat dan menyegarkan untuk berbuka puasa.
Sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan wortel juga kaya serat dan bisa disajikan sebagai salad atau sayur rebus. Biji-bijian utuh, seperti beras merah, quinoa, dan oats, merupakan pilihan yang bagus untuk memenuhi kebutuhan serat sehari-hari.
Peningkatan asupan serat dapat dimulai dengan menambahkan sayuran dalam setiap hidangan. Misalnya, menambah sayuran segar ke dalam hidangan sop atau nasi goreng dapat dengan mudah meningkatkan asupan serat.
Menjumlahkan buah-buahan dalam bentuk smoothies menjadi cara yang menarik untuk konsumsi serat. Selain itu, memilih camilan berbasis kacang-kacangan, seperti almond atau kacang tanah yang tidak terlalu manis, adalah alternatif sehat untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: